1 tahun lalu |20 Oktober 2016 08:15 |772 Pembaca

Awasi! PROYEK Pematangan Lahan Terminal Doloksanggul Berbiaya Rp4,7 M Rawan

Foto: Alat berat milik sedang bekerja di proyek pematangan lahan Terminal Doloksanggul, Humbahas. (dok/ist)
HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Tahun ini APBD Kabupaten Humbahas mengalokasikan dana Rp4,7 miliar untuk proyek pematangan lahan Terminal Doloksanggul. Dengan dana sebesar itu, pelaksanaan proyek yang sedang berjalan itu patut diawasi, karena dianggap rawan penyelewengan.

PT Mega Bus selaku pihak pelaksana proyek diharapkan agar menyelesaikan pekerjaan itu tepat waktu dan sesuai spesifikasi. “Kepada pihak pelaksana proyek agar menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Bahkan hanya itu, dengan anggaran sebesar itu, kita berharap pihak pelaksana proyek juga tetap mengedepankan spesifikasi kegiatan,” kata Parlin Lumbangaol pemerhati pembangunan daerah di Sumatera Utara kepada wartawan di Doloksanggul, kemarin.

Dia juga meminta masyarakat setempat untuk mengawasi dan menyoroti perkembangan pekerjaan. Sorotan itu menurutnya masuk akal. Pasalnya, tak jarang proyek dengan anggaran besar dan waktu pengerjaan yang mepet, berdampak pada penyalahgunaan spesifikasi kegiatan.

“Pengerjaannya harus sesuai rencana, semua prosedur yang ada harus diperhatikan, yakni pengerjaan sesuai waktu, spesifikasi, dan kualitas,” terangnya.

Terpisah, PPTK Proyek, Jaulim Simanullang mengakui proyek itu berbiaya mencapai Rp5 miliar. Dana itu dikelola Dinas Perhubungan dan Pariwisata Humbahas. Tujuannya guna meningkatkan kelancaran arus lalulintas darat, mengingat terminal tujuan dan keberangkatan bus di Kabupaten Humbahas belum ada.

“Dalam APBD kegiatan itu ditampung Rp5 miliar, tetapi di dalam kontrak hanya Rp4,7 miliar saja,” ucapnya.

Jaulim mengatakan, lahan yang  dimatangkan itu seluas 3 hektar. Itemnya pekerjaan penimbunan dan pembangunan sistem drainase sepanjang 300 meter. Untuk sistem drainase difokuskan untuk saluran pembuangan sebagian area terminal.

“Jadi bukan hanya penimbunan saja, drainasenya juga dibangun. Masa pekerjaan pematangan lahan ini hingga akhir Desember 2016,” kata Jaulim. (as/tim)

Editor: Mora