1 tahun lalu |21 Oktober 2016 15:03 |1181 Pembaca

Mobil Pak Guru SMA Matauli Disatroni saat Sholat Jumat

Foto: Setyo Lelono, pemilik mobil korban perampokan, saat diwawancarai di lokasi, Jumat (21/10) siang.

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Selesai mengambil air wudhu untuk menunaikan ibadah Sholat Jumat di Masjid Al Maidar Jalan Raja Junjungan Lubis (Jalan DPRD Tapanuli Tengah), Sibuluan Baru, Kecamatan Pandan, Setyo Lelono (50-an) kaget melihat kaca pintu depan mobil Toyota Avanza BE 2761 CQ miliknya sudah pecah. Kemudian bapak guru di SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan itu sadar bahwa ia telah dirampok, Jumat (21/10) sekira pukul 12.45 WIB.

“Posisinya tadi kan waktu sudah hampir jelang Jumat’an. Awalnya saya doorsmeer-kan di situ (Raja Doorsmeer Pandan, tak jauh dari lokasi). Kemudian dibonceng teman saya datang ambil mobilnya. Karena waktu sholat sudah buru-buru, kemudian saya bergegas ambil air wudhu untuk sholat pertama. Saya lihat kacanya lho kok pecah, saya pun gak jadi sholat berikutnya, lalu saya ke sini (melihat mobilnya yang diparkir di tepi jalan tepat di depan masjid),” ujar Setyo Lelono kepada ST di lokasi.

Uang Rp8 Jutaan, Laptop dan Tablet Raib

Diterangkan Setyo Lelono, dari dalam mobil itu pelakunya berhasil menggasak uang tunai sebanyak RP8.050.000 yaitu  uang anak-anak (DP biaya bimbingan belajar), lalu uang receh berjumlah sekitar Rp100-an, satu unit laptop, 1 unit tablet, 1 unit hard disk eksternal, 1 buah flashdisk, sebuah buku tabungan BNI 46, dan sebuah buku tabungan BRI.

“Kalau uang yang hilang berkisar total Rp8,2 juta lah,” ucap pria yang tinggal di Perumahan Guru SMA Matauli Pandan itu.

Setyo Lelono mengatakan bahwa saat itu ia yakin sudah mengunci pintu mobil dengan remotnya. Itu sebabnya pelaku harus memecahkan kacanya. Dan anehnya, suara alarm mobil yang pada saat itu tidak berbunyi. “Gak, kalau misalnya saya lupa menguncinya, pasti tinggal dibuka saja, gak mesti kacanya yang dipecahkan. Tapi memang alarmnya tidak ada berbunyi,” ucapnya.

Amatan di lokasi, kaca depan mobil warna abu-abu metalik itu pecah membutir. Sebagian besar pecahannya terdorong jatuh ke bagian bawah kursi penumpang sisi kiri kemudi. Beberapa warga sekitar masjid sendiri mengaku tidak melihat kejadian itu. Mereka tahu ada peristiwa pencurian itu setelah korban kasak-kusuk memeriksa keadaan mobilnya itu.

Beberapa anggota Polsek Pandan kemudian tiba di lokasi. Tak lama Setyo Lelono bergerak menuju Mapolsek Pandan untuk membuat laporan pengaduan resmi. (tim)

 

 

Redaktur: Mora