1 tahun lalu |23 Oktober 2016 14:45 |1230 Pembaca

Tempat Praktek Dokter di Doloksanggul Digrebek Polisi

Ilustrasi

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Personel Satnarkoba Polres Humbahas bersama aparat pemerintahan desa menggerebek tempat praktek dr JM di Desa Sirisirisi, Kecamatan Doloksanggul, Senin (17/10) lalu. Dari hasil penggeledahan ditemukan sebentuk barang yang diduga narkoba. Pak dokter yang juga bertugas di Puskesmas Pollung, Humbahas itu pun dibawa ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dr JM juga dites urine dan darahnya.

Kasat Narkoba Polres Humbahas AKP Maimun didampingi KBO Narkoba Ipda Bobi Hartawan, Kasubbag Humas Ipda Reinhard kepada sejumlah wartawan di Mapolres Humbahas, kemarin membenarkan bahwa penggeberekan dan penggeladahan di tempat praktek dr JM itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat.

“Penggebrekan itu kami lakukan bersama kepala desa setempat. Selanjutnya dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang yang diduga narkoba di 3 tempat, yakni di langit-langit meja kerja, di kamar tidur tepatnya di atas lemari, dan di dalam sebuah tas,” jelas AKP Maimun.

Bermodal hasil temuan itu, sambung AKP Maimun, petugas memboyong oknum dokter tersebut ke Mapolres untuk penyelidikan. Namun setelah diuji laboratorium, barang mirip sabu-sabu yang ditemukan tadi dinyatakan negatif alias palsu. Dan setelah melalui test urine dan darah, dr JM dinyatakan negatif narkoba.

“Pasca penggebrekan kamj langsung membuat LP dan mengirimkan barang bukti ke Poldasu untuk dilakukan uji lab. Namun dari hasil uji lab, Rabu (19/10), yang bersangkutan dinyatakan negatif, dan barang yang diduga sabu itu adalah palsu dan lebih mirip dengan tawas,” terangnya.

Karena itu, oknum dokter tersebut tidak dapat ditahan dan penyidikan kasus inj dihentikan atau di-SP3-kan (surat perintah pemberhentian penyidikan). “Dokternya sudah kami pulangkan karena tidak ada bukti untuk disangkakan kepadanya,” tukas AKP Maimun.

Sebelum kasus tersebut di-SP3-kan, lanjutnya, pihaknya pun telah menggelar perkaranya di Mapolres bersama Kapolres, dimintai pendapat dari para kasat (kepala satuan), kasi was dan propam. “Hasil gelar perkara dan pendapat para perwira di Polres Humbahas, yang bersangkutan diduga kuat dijebak oleh oknum tertentu yang tidak suka dengannya,” paparnya.

Pun demikian kata Maimun, pihaknya kan tetap melakukan pemeriksaan atas kepemilikan yang mirip barang narkoba itu. “Kami akan tetap memeriksa asal barang yang mirip dengan sabu itu. Kerabat dekat dan penghuni tempat praktek dokter itu akan kita panggil untuk dimintai keterangan,” pungkasnya. (as/tim)

 

 

Redaktur: Mora