1 tahun lalu |23 Oktober 2016 20:06 |1818 Pembaca

Pria Paruh Baya Ini Ngaku Guru Lalu Peluk dan Ciumi 3 Siswi SMP

Foto: Tersangka LP.
TAPUT, SUARATAPANULI.COM – LP (53), dibekuk beberapa warga Desa Pangurdotan, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara saat melintas di jalan desa setempat, lalu diboyong ke Mapolsek setempat, Sabtu (22/10) siang. Sebabnya, beberapa saat sebelumnya ada 3 siswi SMP warga desa tersebut mengaku dilecehkan oleh pria yang mengaku-ngaku sebagai seorang guru itu.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dudus HD melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing membenarkan kasus itu sudah dilimpahkan dan sedang diproses di Polres. Ketiga korban berinisial MS, RS, dan TS, siswa kelas VIII SMP.

“Saat ini, kasus ini telah ditangani oleh Polres Tapanuli Utara. LP sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Baringbing, Minggu (23/10).

Baringbing menjelaskan, dugaan tindak pelecehan seksual itu diawali saat tersangka LP yang merupakan warga Desa Parbubu II Kecamatan Tarutung tersebut bersepedamotor menuju Desa Pangurdotan. Rencananya LP ingin menemui kepala desa setempat. Di tengah perjalanan, tersangka bertemu dengan ketiga korban yang saat itu sudah pulang sekolah menuju  ke rumahnya masing-masing. Lalu, tersangka berhenti dan berpura-pura bertanya. Ia kemudian turun dari sepedamotornya mengajak korban bercerita-cerita di tepi jalan.

“Pada saat itu, tersangka  mengatakan kepada korban, baik-baik kalian sekolah ya nanti saya berikan hadiah sama kalian, saya adalah guru,” sebut Baringbing sesuai keterangan hasil pemeriksaan para korban.

“Mendengar pengakuan dan saran tersangka, ketiga korban mengiyakannya. Asik mereka bercerita-cerita. Lalu tersangka memeluk korban dan menciuminya satu per satu. Pada saat itu korban melawan, namun karena ketakutan, korban diam saja saat diciumi Tersangka,” timpal Baringbing lagi.

Usai menciumi korban, sambung Baringbing, tersangka menaiki sepedamotornya meninggalkan korban di tepi jalan untuk melanjutkan perjalanannya ke Desa Simardangian.

“Nah, setelah korban sampai di kampungnya di Desa Simardangian, mereka memberitahukan apa yang dialami mereka kepada warga. Tak pelak, beberapa warga lantas membekuk tersangka dan membawanya ke Polsek Pahae Jae. Korban dan warga pun membuat laporan pengaduan,” pungkas Baringbing seraya menyebutkan tersangka juga mengaku berprofesi sebagai wartawan media cetak mingguan.

Editor: Mora