1 tahun lalu |23 Oktober 2016 21:42 |7054 Pembaca

Mustar Panjaitan Tewas Ditebas Lehernya oleh “Dongan Tubunya”

Foto: Jasad korban. (ist)

TAPANULI UTARA, SUARATAPANULI.COM – Ikatan saudara “mardongan tubu” (semarga, red) dan sekampung rupanya tak lagi dihiraukan oleh Jandri Panjaitan (26). Hanya karena tak terima kepalanya dipukul pakai batang kayu ubi/singkong, ia pun nekad menebas leher Mustar Panjaitan (39) dengan sebilah parang, hingga korban tewas.

Peristiwa berdarah itu terjadi di kampung keduanya di Dusun I Gadong Gorat, Desa Pohan Julu, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Minggu (23/10) sekira pukul 08.15 WIB.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dudus HD membenarkan peristiwa maut tersebut kini telah ditangani pihaknya. Kapolres menjelaskan, peristiwa itu bermula saat pagi itu Jandri keluar rumah untuk membeli rokok ke kedai. Sekitar 100 meter dari rumahnya, ia bertemu dengan korban yang sedang duduk di pinggir jalan bersama rekannya, Rindu Panjaitan. Mereka duduk istirahat, karena letih mengangkat air dari rumahnya untuk dibawa ke ladang dengan menggunakan kereta sorong (beko).

“Saat itu korban mengatakan kepada tersangka “kok senyum-senyum kau lihat aku?” Lalu korban mengambil sebatang kayu singkong yang ada di pinggir jalan dan langsung memukulkannya ke kepala tersangka. Tersangka menangkis dengan tangan kirinya. Lalu tersangka pergi ke rumah kakaknya yang berjarak 200 meter dari lokasi. Tersangka langsung menuju dapur rumah itu mencari parang,” terang Kapolres.

Setelah menemukan parang, lanjut Kapolres, tersangka lantas kembali mencari korban. Ia kemudian melihat korban masih membawa kereta sorong, berjalan dari ladang menuju rumahnya.

“Saat itu juga tersangka langsung membacok korban sebanyak satu kali, mengenai leher korban. Tersangka kemudian pergi meninggalkan korban begitu saja, sementara korban sudah jatuh tersungkur dan bersimbah darah,” bebernya.

Setelah peristiwa itu diketahui warga lainnya, keluarga dan warga kemudian membawa korban ke Puskesmas Silangit Siborongborong. Namun dalam perjalanan korban meninggal dunia. Warga kemudian melaporkannya ke polisi yang kemudian berhasil membekuk tersangka.

“Saat ini tersangka sudah ditahan, sementara jenazah korban dibawa ke RSU Djarasmen Saragih Pematangsiantar untuk diotopsi,” terang Kapolres.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebilah parang dengan panjang 58 centimeter yang ada bercak darah korban, sehelai baju kaos warna hitam bergaris putih, serta sebuah celana panjang  berwarna ungu.

 

 

Editor: Mora