1 tahun lalu |27 Oktober 2016 16:56 |866 Pembaca

Sekda Taput Sidak Proyek, Khawatir Telat Rampung dan Kritik Posisi Kloset

Foto: Sekda Taput saat sidak proyek lembangunan kantor dinas pendidikan.
TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Edward Tampubolon, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah proyek pembangunan pemerintah yang sedang berlangsung, Kamis (27/10). Selain mengkhawatirkan ada proyek yang tak akan selesai sesuai masa pengerjaannya, Sekda pun sempat mengkritik letak kloset yang janggal.

Sidak bersama dengan Kabag Perencanaan Program Martunggul dan Asisten III Osmar Silalahi, meninjau proyek pembangunan Kantor Camat Tarutung, lembangunan kantor dinas lendidikan, dan sejumlah proyek pembangunan jalan di beberapa desa yang ada di Kecamatan Siatasbarita.

Pantauan awak media, Sekda memang datang tanpa diketahui UPT terkait. Ketika tiba di lokasi, barulah Sekda menghubungi instansi dan staf ataupun panitia yang terlibat.

Sekda sedikit mengeluhkan pelaksanaan proyek Kantor Camat Tarutung yang dikhawatirkan tidak tepat waktu pengerjaannya. Proyek berpagu Rp1,1 miliar itu tercatat dimulai sejak 12 Juli hingga 8 Desember 2016. Namun pantauan di lapangan progres pekerjaannya masih 70 persen.

Hal yang sama juga terjadi di proyek pembangunan kantor dinas pendidikan, Sekda sempat memprotes pihak konsultan perencana terkait posisi kloset serta bak kamar mandi yang menurutnya posisinya tidak nyaman.

“Bagaimana ini, kloset sebelah kanan, baknya sebelah kiri. Coba kamu praktekkan, benar tidak posisi seperti itu,” ketus Sekda sembari meminta konsultan untuk memperbaikinya.

Kepada awak media, Sekda menyampaikan alasannya sidak agar seluruh proyek pembangunan di daerah itu dikerjakan dengan tepat waktu.

“Bukan hanya itu, apabila ada pekerjaan tidak sesuai dengan bestek dan rancangan biaya (RAB), kita akan tunda pembayarannya, bila perlu tidak dibayarkan,” tandas Sekda.

Sekda juga terdengar mengungkapkan kepada Asisten III, apabila banyak hasil pengerjaan proyek yang menyalahi akibat konsultan perencana, maka yang bersangkutan jangan tidak dipakai lagi untuk tahun berikutnya.

Editor: Mora