11 bulan lalu |16 November 2016 16:40 |713 Pembaca

Polres Tapanuli Utara Gelar Apel Kebhinekaan Indonesia

Foto: Peserta Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai yang digelar Polres Tapanuli Utara di Lapangan Tangsi Tarutung, Rabu (16/11).
TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Sebagai upaya menjaga kebhinekaan dan rasa persaudaraan lintas suku, agama, ras dan antar golongan, terutama dalam menghadapai ancaman perpecahan bangsa, Polres Tapanuli Utara (Taput) menggelar Apel Besar Kebhinekaan Cinta Damai, di Lapangan Tangsi Tarutung, Rabu (16/11).

Dengan tema “Melalui Hikmah Hari Pahlawan ke-71 Kita Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Guna Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan NKRI yang Kokoh”, apel melibatkan sekitar 872 peserta dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, anggota DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, LSM, organisasi kemasyarakatan, kepala desa/lurah, mahasiswa, dan kalangan pelajar.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dudus HD mengungkapkan, apel itu bertujuan mengenalkan kembali nilai kepahlawanan para pejuang Indonesia, agar rakyat Indonesia lebih menghargai kebhinekaan dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Juga untuk menanamkan rasa cinta damai, serta mempererat tali silahturahmi guna meredam gejolak yang timbul di masyarakat, demi menjaga keutuhan NKRI.

“Apel ini merupakan kegiatan awal dari serangkaian gerakan untuk menjaga kebhinnekaan dan persaudaraan lintas suku, agama, ras dan antar golongan terutama dalam menghadapai ancaman perpecahan bangsa,” tandas AKBP Dudus.

Foto: Kapolres Taput AKBP Dudus HD bersama elemen pelajar dan mahasiswa. Foto: Kapolres Taput AKBP Dudus HD bersama elemen pelajar dan mahasiswa.

 

Kapolres juga menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan peserta apel lainnya dalam upaya memelihara dan menjaga situasi kamtibmas yang tetap kondusif di wilayah hukum Tapanuli Utara.

“Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait untuk dapat semakin membina hubungan komunikasi dan silaturahmi dalam mencegah dan menyelesaikan gesekan dan potensi konflik di kehidupan masyarakat yang beragam,” pungkasnya.

Editor: Mora