11 bulan lalu |25 November 2016 10:03 |2470 Pembaca

Kapoldasu Akui Saktinya ‘Dalihan Natolu’ Kokohkan Kebhinekaan di Tapanuli

Foto: Kapoldasu Irjen Rycko Amelza Dahniel dan istri saat kunjungan ke Tapanuli Utara.
TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Kapoldasu Irjen Rycko Amelza Dahniel mengakui pedoman hidup “dalihan natolu” bagi masyarakat Batak terbukti mampu mewujudkan nilai-nilai pancasila. Pedoman itu pun mampu menjaga rasa kebhinekaan yang mengakar di masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

“Kebhinekaan dan pancasila di sini sangat nyata, para tokoh agama baik Kristen maupun Islam, seluruhnya turut serta. Itu karena prinsip “dalihan natolu” yang juga dipelajari di kepolisian mampu mewujudkan segalanya,” tutur Irjen Pol Rycko dalam kunjungannya di Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara di Tarutung, Kamis (24/11).

Diakui Kapoldasu, Tapanuli Utara tidak disibukkan persoalan bagaimana menggelorakan kebhinekaan seperti yang dilakukan di Jakarta. Itu karena kebhinekaan itu memang telah terintegrasi melalui prinsip “dalihan natolu”.

“Bhineka tunggal ika telah menjadi kehidupan di Tapanuli. Nilai luhur kebudayaan dan kemurnian agama yang dianut yang telah dikristalisasi ‘founding fathers’ sebagai pancasila. Nilai tersebut ada dalam “dalihan natolu”,” sebutnya.

Berdialog dengan Para Tokoh dan FKPD 

Dalam kunjungan itu, Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel juga melakukan dialog dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) dan para tokoh agama dan  tokoh adat di kabupaten itu.

Hadir juga Kapolres Tapanuli Utara AKBP Dudus Harley Davidson, Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Utara Ottoniyer Simanjuntak, Kajari Tarutung Hotma Tambunan, Dandim 0210/TU Letkol Armed Ezra Natanael, Ephorus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing, Ketua MUI Tapanuli Utara, dan mantan Kapuspen TNI Mayjen (Purn) Iskandar Sitompul.

Saat menjawab sejumlah pertanyaan, saran dan kritik, lagi-lagi Kapoldasu menyinggung soal pedoman “sakti” tersebut. Dia melihat wilayah Tapanuli telah mencerminkan kebhinekaan yang terbina dengan sebuah ikatan kekeluargaan yang diikat dengan “dalihan natolu”.

“Jangan sampai ada yang merusak ini sebagai sebuah kekayaan dan kekuatan wilayah Tapanuli,” ujar Kapoldasu.

Ditekannya, bila ada ancaman atau gangguan keamanan di tempat ibadah dan gangguan kamtibmas, maka pelakunya akan berhadapan dengan pihaknya.

Sebelumnya, Bupati Nikson Nababan menyampaikan bahwa kehadiran Kapoldasu sudah sangat dirindukan masyarakat setempat. Kunjungan jenderal bintang dua itu membawa angin segar dan harapan bahwa tidak akan ada kegalauan masyarakat, terutama atas isu-isu yang ingin merusak kebhinekaan bangsa.

Editor: Mora