2 tahun lalu |30 Maret 2016 16:48 |1236 Pembaca

Polisi Cek Lokasi Galian C Ilegal di Pagaran

Foto : Aiptu Walpon Baringbing.

TAPUT, SUARATAPANULI.COM- Setelah memeriksa enam pekerja kasus penambangan galian C ilegal di Bukit Batu Harang, Desa Sipultak Dolok, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Taput. Hari ini, Senin (30/3) petugas Polres Taput melakukan cek lokasi guna melengkapi berkas perkara.‬

Cek lokasi dipimpin oleh Kanit Tipiter Ipda Ivan Roy Sitompul dengan melibatkan Badan Pertanahan Taput, Dinas Kehutanan Taput dan Dinas Pertambangan Taput.‬

Kapolres Taput AKBP Dudus Harley Davidson melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing menjelaskan, cek lokasi diperlukan untuk mengetahui apakah lokasi penambangan tersebut berada pada kawasan hutan Register 46 atau SK Menteri Kehutanan Nomor 579 Tahun 2014.‬

‪Kasus penambangan ilegal di Pagaran ini cukup hangat dibicarakan oleh masyarakat. Warga berharap polisi serius menangani aktifitas yang merugikan negara itu.‬

“Selain di Pagaran, galian C yang serupa juga berlangsung di Tarutung, seperti di daerah aliran sungai (DAS) Aek Situmandi, kita juga berharap polisi melakukan tindakan serupa,” ungkap Liston Panggabean, warga.

Sebelumnya, polisi menggerebek aktifitas penambangan itu dan berhasil mengamankan 6 pekerjanya serta 3 unit alat berat. Dari hasil pemeriksaan, keenam pekerja mengakui bahwa alat berat yang diamankan benar milik  PT MIK (Marlian Indah Karya), pengusahanya bermarga Sihombing asal Serang Provinsi Banten.

Keenam pekerja yang diperiksa adalah Nambul Sihombing (36) warga Desa Sipultak, Jumiran Situmorang (27) warga Sipultak Dolok kecamatan Pagaran, Nasar Nababan (36) warga Desa Siborongborong II Taput serta Bangun Lumbantoruan (43) warga Desa Nagasaribu Kecamatan Lintong Nihuta Kabupaten Humbang Hasundatan, keempat bekerja sebagai operator alat berat. Sementara Nimrot Marbun (49) warga Dusun Hau Sisada-sada Desa Hutaraja Hasundutan Kecamatan Sipoholon Taput sebagai admin PT MIK dan Nurhaba Siagian (53) warga Desa Sipultak Dolok sebagai pengawas lapangan.‬

Menurut  keenam pekerja, batu tersebut tidak hanya dijual ke kawasan Taput, tapi juga ke luar daerah seperti Humbahas, Tobasa dan Sibolga. Pembeli datang langsung ke lokasi dengan membawa truk masing-masing. Batu dijual seharga Rp70.000 per meter kubik.‬

Editor: Mora