4 bulan lalu |5 Juni 2017 21:15 |476 Pembaca

Janda berstatus ASN kepergok bersama Pria muda didalam rumah

Foto: HL gendong anak dan HH tutup wajahnya/istimewa

SUARATAPANULI.COM, SIBOLGA – Seorang ibu guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) insiayal HL (33) didapati sejumlah warga pulo rembang sedang bersama dengan seorang pria lajang (19)  inisyal HH dikediaman HL di Kelurahan Pasar Belakang, kota Sibolga, Jumat, 2 Juni 2017 malam.

Sebelum aksi warga yang menyeruduk masuk ke rumah HL yang diketahui berstatus janda dua anak itu dilakukan, ternyata warga sekitar telah menaruh curiga akan gelagat pria lajang tadi yang mendatangi rumah HL. Warga khawatir jika aktivitas keduanya didalam rumah menimbulkan kecurigaan melakukan tindakan yang tidak terpuji, karena keduanya memang tidak pasangan suami istri.

Namun ketika warga mendapati keduanya didalam rumah tidak sedang melakukan hal hal yang janggal seperti dicurigai warga. Tetapi beberapa warga sempat geram melihat pria lajang itu, dan nyaris menghakiminya. Beruntung Kepala Lingkungan setempat dapat meredam emosi warganya.

Selanjutnya HL dan HH dibawa ke Mapolres Sibolga. Yang mengejutkan, bahwa keduanya mengaku sudah menjalin hubungan selama setahun dan sudah makin serius tiga bulan terakhir untuk menempuh ke jenjang pernikahan setelah lebaran nanti.

Tetapi rencana HL dan HH yang menyatakan serius ke jenjang pernikahan walau beda kenyakinan itu bisa saja terganjal oleh status HL yang belum resmi bercerai dengan suaminya. HL dan suaminya memang sudah tiga tahun mengalami keretakan dalam berumah tangga.

Meski demikian, setelah musyawarah tokoh masyarakat dan lurah setempat, keduanya dikenakan sanksi  adat dengan memberi anak yatim dilingkungan itu sebanyak 30 orang.

“Kepada pasangan ini Warga pulo rembang meminta agar membayar sanksi dengan menyantuni anak yatim sebanyak 30 orang . hal itu dilakukan untuk membersihkan nama kampung Pulo Rembang”kata Lurah setempat, Jimmi Sitompul.

Pada kesempatan itu, tokoh masyarakat Pulo Rembang Maulud Ziliwu mengatakan agar keduanya tidak mengulangi perbuatan serupa, apalagi saat ini disuasana bulan suci ramadhan”pinta Maulud.

Selanjutnya, keduanya dilepaskan setelah menandatangi perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan serupa serta HL dan HH menyatakan bersedia menepati janji untuk membayar sanksi yang sudah di sepakati kedua pasangan tersebut. (ST)