2 tahun lalu |31 Maret 2016 00:12 |1894 Pembaca

‪Bukit Anugerah, Spot Panorama yang Terlupakan

Foto: Panorama laut, pulau-pulau, pegunungan dan kota yang dapat dinikmati dari puncak Bukit Anugerah di Bonan Dolok, Sitahuis, Tapteng. Foto: Mora/ST

PUNCAK Bukit Anugerah di Bonan Dolok, Kecamatan Sitahuis, Tapteng pernah terkenal pada jaman pemerintahan Bupati Tuani Lumbantobing 5 tahun lalu. Tapi spot strategis untuk menikmati panorama alam itu pun kini terlupakan.

Catatan: Marihot Simamora-Tapteng

Jargon Tapteng sebagai ‘Negeri Wisata Sejuta Pesona’ di era pemerintahan Bupati Raja Bonaran Situmeang, kemudian berlanjut kepada Sukran J Tanjung saat ini, sepertinya mengabaikan keberadaan bukit ini.

Baru-baru ini penulis mendatangi tempat itu. Lokasi dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit dari Kota Sibolga. Udaranya sejuk. Sebagian jalan ke sana, mulai masuk dari simpangnya di Jalinsum Sibolga-Tarutung, sudah rusak. Sejumlah sarana dan prasarana yang ada di lokasi tidak terawat lagi. Hanya pesona panorama perpaduan laut, pulau-pulau, pegunungan dan kota yang menakjubkan dari lokasi itu yang tetap bertahan.

Bagaimana tidak menakjubkan, bayangkan kita berada di puncak bukit pada ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan laut, dimana mata bisa dengan leluasa memandang jauh ke arah laut. Terbentang lukisan nyata alam semesta nan menawan. Spot paling tepat untuk menikmati panorama alam pesisir Teluk Tapian Nauli dan pegunungan Bonan Dolok.

Mantan Bupati Tuani Lumbantobing memang sudah mengetahui potensi tersebut. Itu sebabnya dia sempat merencanakan proyek besar pembangunan kawasan Patung Anugerah di sana, sebagai bagian dari konsep pembangunannya ‘Tapanuli Growth’. Namun program itu kandas di tengah jalan, seiring dengan habisnya masa jabatan Tuani kala itu.

Sebenarnya, jargon pembangunan di era pemerintahan daerah yang sekarang masih ‘nyambung’ untuk menggali kembali potensi Bukit Anugerah. Ya, tentunya tidak harus melanjutkan konsep Patung Anugerahnya. Bukit Anugerah ibarat emas mentah yang belum ditambang dan diolah. Akses jalan sudah ada, letak spotnya strategis, sumber air tersedia, jaringan listrik tersedia, dan luas kawasannya memadai.

Seperti namanya, ini adalah sebuah anugerah bagi Tapteng. Tinggal bagaimana mensykurinya dengan cara menatanya menjadi sebuah kawasan pariwisata yang bernilai jual. (*)

Editor: Ray T