4 bulan lalu |12 Juni 2017 13:27 |172 Pembaca

Pedagang marga Sikumbang ini kecewa terhadap Walikota Sibolga

Foto: Dasril Sikumbang bersama rekan pedagang pasar lainnya foto bersama/PS

SUARATAPANULI.COM, SIBOLGA – Setelah melakukan unjuk rasa di depan kantor walikota Sibolga pada hari Selasa (6/6) kemarin, Perwakilan Pemko Sibolga menjanjikan akan menyampaikan aspirasi para pedagang kepada Walikota Sibolga, Namun ditunggu dua hari kemudian, ketika perwakilan hendak menagih janji tersebut hanya tinggal janji belaka.

Dasril  Sikumbang (55) Salah satu dari perwakilan pedagang yang menagih janji kekantor walikota sibolga tersebut sangat kecewa pasalnya saat mereka unras saat itu, asisten I Pemko Sibolga berjanji menyampaikan aspirasi dan memfasilitasi bertemu dengan Walikota Sibolga, namun hasil nihil.

“Kami hanya dikasih janji – janji saja, kami hanya meminta kepastian terhadap tuntutan kami apa jawaban walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, tetapi kami sangat kecewa, hingga kini tidak ada pernyataan walikota langsung kepada kami,” ungkap kepada SNT Minggu (11/6).

Diceritakan Dasril Sikumbang, mulai dari aksi pertama, pedagang pasar menolak keberadaan Bazar yang diselenggarakan oleh ormas Pemuda Pancasila, pedagang hanya dikasih pengharapan, tanpa ada keputusan, hingga akhir melakukan aksi unras ke kantor walikota Sibolga.

“Tujuan kami Unras untuk bisa bertemu dengan Walikota saat itu, namun  tidak bertemu dengan walikota karena alasan masih diluar kota, padahal kami tahu kalau dia (walikota) sudah berada di Sibolga, kalaulah dia berpihak dengan masyarakat Sibolga, pasti mau menjumpai kami masyarakatnya,” ucap Dasril.

Para pedagang pasar pun mengatakan sikap walikota tersebut membuat mereka tidak simpatik lagi, dan menduga situasi tersebut memang sengaja dilakukan oleh pemko Sibolga.

“Kami pun pasti akan terima jika ada penjelasan langsung dari walikota Sibolga terhadap pelaksanaan Bazar yang berlangsung di Area Ramadhan Fair tersebut, meskipun demikian kami para pedagang pasar sangat Kecewa, padahal kami sangat mengharapkan kebijaksanaan sikap kepemimpinan walikota Sibolga,” pungkasnya.

Tidak hanya kepada walikota saja, sikap kekecewaan para pedagang pun disampaikan kepada lembaga DPRD Sibolga yang tidak peka terhadap permasalahan pedagang pasar.

“Kami pun sangat kecewa kepada DPRD Sibolga, 20 anggota DPRD tidak satu pun yang mampu untuk menyelesaikan ini, akibat dari diberinya  izin pelaksanaan Bazar oleh ormas Pemuda Pancasila, penghasilan kami di pasar sangat menurun drastis, padahal dibulan Ramadhan ini lah kami sangat banyak berharap akan meraup keuntungan yang bisa menghidupi kami nantinya,” tandasnya.

Pantauan dilapangan memasuki pekan ke tiga bulan Ramadhan, pasar swadaya Sibolga sangat sepi pembeli, biasanya menurut penuturan pedagang di tahun sebelumnya, mulai awal Ramadhan hingga satu hari menjelang pasar selalu ramai sampai – sampai sesak dan tidak bisa melintas di setiap lorong pasar di lantai II. (*)