4 bulan lalu |13 Juni 2017 12:01 |318 Pembaca

Proyek pembangunan kamar mandi di Desa Rampa, Disoal.

Foto: Proyek pembangunan kamar mandi di Desa Rampa , di soal. (FS)

SUARATAPANULI.COM, TAPTENG – Proyek pembangunan Kamar Mandi Umum yang berada di Desa Rampa, Kec.Sitahuis Kab.Tapanuli tengah, yang dikerjakan oleh CV.TOSIMA, dengan besar Dana Rp.94juta, yang bersumber dari APBD Dinas Perumahan Permukiman Kab.Tapanuli tengah Ta.2017, disoal.

Pasalnya letak Pembangunan Kamar Mandi Umum tersebut berada jauh dari lokasi pemukiman Ramai, pada lokasi pembangunan hanya terdapat dua Rumah Warga.

Pemamfaatan pembangunan yang seyogianya dapat dirasakan masyarakat secara luas tampaknya diabaikan, Letak Lokasi Wisata yang berada dekat Lokasi Pembangunan Kamar Mandi Umum tersebut dinilai menjadi tempat yang tepat dan bermanfaat secara umum.

Selain Letak Bangunan yang dinilai tidak tepat, juga berhasil dihimpun bahwa pelaksanaan proyek pembuatan kamar Mandi Umum itu, ada permasalahan terhadap warga setempat sebagai pemilik Lahan, namun Pembangunan Kamar Mandi Umum tersebut berlanjut setelah Rekanan membayarkan Ganti Rugi kepada pemilikĀ  Lahan sebesar Rp.5juta.

Jojor Malau, selaku Wakil Ketua DPP LSM Foal Independent Sibolga-Tapanuli tengah, kepada Wartawan mengatakan”, Pembangunan Kamar Mandi Umum di Desa Rampa Poriaha Kec Sitahuis kini sedang kita Soroti”, ujar Jojor Saat dimintai tanggapannya, Senin,(12/06).

” Sebab dari Awal Pelaksanaan pembangunan Kamar Mandi Umum itu telah terjadi permasalahan terhadap Warga selaku pemilik Lahan, hal ini kita duga bahwa Perencanaan Pembangunannya yang tidak beres”, Lanjur Jojor.

” Belakangan kita ketahui bahwa untuk meredam Permasalahan dan agar pekerjaan dapat dilanjutkan, dari Informasi yang kami himpun bahwa Oknum Kontraktor diduga membayarkan Ganti Rugi kepada pemilik sebesar Rp.5juta, hal ini menjadi pertanyaan bagi kita, sebab mengapa Kontraktornya berani memberi kan ganti rugi, sumber Dananya dari mana?, dan seharusnya yang melakukan Pembebasan Lahan Proyek itu adalah Pemkab.Tapanuli tengah, bukan kontraktor”, Tutur Jojor dengan Nada Heran.

” Dugaan Pembayaran Ganti rugi lahan yang diduga dilakukan oknum Kontrak tersebut telah mengundang perhatian serius dari Lembaga kami, kami akan terus mengawasi pelaksanaannya, dan kami juga sedang melakukan penghitungan penggunaan Dananya sesuai dengan Data yang sudah kami miliki, seperti acuan harga barang, ukuran bangunan dan yang lainnya yang kami nilai harus dipersiapkan, apabila kami temukan adanya penyimpangan, tinggal dilaporkan saja ke Penegak Hukum”, Tandasnya.

Sementara itu Kabid Perumahan Permukiman, Winner Napitupulu selaku PPK, melalui Dirtek (Diretur Teknik), Proyek pembuatan Kamar Mandi Umum tersebut, Adiansyah, kepada wartawan mengatakan”, Letak Proyek itu sudah sesuai dengan yang diajukan”, jawabnya singkat. (FS).