4 bulan lalu |14 Juni 2017 11:50 |383 Pembaca

Nodai gadis cacat, pelaku wajib lapor

Foto: Illustrasi/Medsos

SUARATAPANULI.COM, TAPTENG – sudah jatuh tertimpa tangga lagi, begitu lah nasib yang diterima Bunga (28) nama samaran. Gadis yang memiliki keterbelakangan ini diduga telah dinodai AS (36) yang merupakan pria satu kampung dengan korban, warga Dusun I Desa Sijago-jago Kecamatan Badiri.

Anehnya, meski AS terbukti salah, Kapolsek Pinangsori AKP L Siregar beralasan pelaku dan korban suka sama suka dan pelaku hanya dikenai wajib lapor.

“Sudah dua kali kita kirim berkasnya bang ke Kejaksaan tetapi di minta untuk dilengkapi. Pelaku tidak kita tahan karena pertimbangan keduanya sama-sama dewasa dan dilakukan atas dasar suka sama suka atau berpacaran. Kita hanya kenakan wajib lapor dan tidak ada penangguhan. Mengenai kondisi mental korban kita juga sudah menerima surat keterangan kejiwaan. Pelaku kita jerat dengan pasal 289 Jo 290 yang ancaman hukumannya diatas lima tahun,” kata Kapolsek Pinangsori.

Sementara A Hutagalung (33) yang merupakan abang kandung korban menceritakan kejadian bermula, disuruhnya NH mengambil asam ke rumah saudara, saat pulang adik perempuannya menangis dan menceritakan kejadian yang menimpa dirinya.

Karena merasa heran NH tiba-tiba menangis, NH pun dibujuk dan ditenangkan oleh Ibunya, NH akhirnya menceritakan nasib yang dialaminya. NH mengaku bahwa saat pulang dari mengambil buah asam ditarik oleh AS warga desa yang sama ke dalam ruang kelas Sekolah Madrasah.

“Saat itu bang, hari Sabtu (25/2/2017)  lalu, sekitar pukul 18.30 WIB, si NH disuruh Umak (Ibu, red) mengambil buah asam untuk bahan memasak ke rumah saudara yang tak jauh dari rumah. Tapi, saat pulang adikku sambil melempar buah asam kepada Umak, menangis sambil menjerit-jerit,” cerita A Hutagalung kepada wartawan, Selasa (13/6/2017).

Berselang dua hari, tepatnya hari Senin (27/2/2017) keluarga korban mendatangi rumahnya AS berniat untuk mempertanggungjawabkan kelakuannya terhadap NH.

“Kami pun mendatangi AS dirumahnya, saat itu dia bersama adik perempuannya LS (31). Dihadapan kami dan adiknya AS mengakui perbuatannya dan berjanji bertanggungjawab,” sebutnya.

Namun, janji AS tidak ditepati, hingga menunggu waktu dua minggu lamanya. Pihak keluarga korban akhirnya melapor ke Polsek Pinangsori.

Akan tetapi, meski bukti yang diberikan hingga hasil tes pemeriksaan Rumah Sakit Jiwa Prof. DR. Muhammad Ildrem Medan. membenarkan korban NH mengalami keterbelakangan, pelaku hanya ditahan satu hari dan dikenai pasal wajib lapor sampai saat ini. (FS)