4 bulan lalu |14 Juni 2017 13:31 |432 Pembaca

Marhite minta dirinya Jangan diganggu Wartawan

bangunan terlantar ditumbuhi semak belukar/FS

SUARATAPANULI.COM, TAPTENG – Gedung kantor BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah yang dibangun Tahun 2015 lalu, di Kecamatan Pandan, belum sepenuhnya rampung terkesan ditelantarkan.

Dari amatan Wartawan, Selasa, (13/06), aktivitas yang terlihat disekitar hanya melakukan pembabatan rumput yang tumbuh tinggi disekitar halaman kantor itu. Kondisi gedung tampak sudah mulai rusak, atapĀ  bocor, lantai bangunan tampak selalu basah akibat dialiri air.

Menyikapi hal ini, Wakil ketua DPP LSM FOAL Independent, Jojor Malau, kepada Wartawan mengatakan, kondisi Gedung Kantor BPBD Tapteng itu sangat memperihatinkan, padahal baru dibangun Tahun 2015, lalu,” ujar Jojor.

Tambah Jojor, lanjutan pembangunan gedung tersebut (Kantor BPBD-red), Tahun 2016 lalu tidak dilaksanakan, akibatnya Gedung tersebut tidak selesai.

“Akibat pembangunan yang terbengkalai itu, kita khawatir bahwa dana lanjutan pembangunannya akan semakin besar, hal ini akibat kondisi bangunan yang sudah mulai rusak, seharusnya Kepala BPBD Tapteng harus kejar bola ke Pemerintah Pusat agar pembangunan gedung kantor itu dapat dikerjakan tuntas”, tutur Jojor.

Pihak LSM FOAL Independent menaruh curiga dengan pembangunan gedung kantor BPBD yang tidak dilanjutkan tahun 2016 lalu, kami menduga bahwa pembangunan gedung tersebut ada masalah tahun 2015 lalu, sehingga Pemerintah Pusat tidak berani mengucurkan dana untuk lanjutan pembangunannnya sebelum ada penyelesaian,” tandas Jojor

Di tempat terpisah, Kepala BPBD Tapanuli Tengah Drs.Marhite Rumapea,MM, saat hendak dikonfirmasi terkait lanjutan pembangunan Gedung kantor yang tak kunjung dilaksanakan, kepada wartawan mengatakan”, Jangan ganggu saya dulu ya,” ucap Marhite seraya berlalu meninggalkan wartawan. (ril-ferry sitohang)