4 bulan lalu |24 Juli 2017 14:42 |339 Pembaca

Diduga tempat prostitusi, mahasiswa desak Pemkab Tapteng tutup Holyland

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam AMPD berunjuk rasa, minta Pemkab Tapteng melakukan penutupan pada Holyland.

SUARATAPANULI.COM, PANDAN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPD) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Penanaman Modal Terpadu dan Satu Pintu mendesak mencabut izin dan menutup karaoke Holyland.

Aliansi mahasiswa ini menduga karaoke Holyland telah berubah fungsi menjadi tempat prostitusi yang menyediakan wanita panggilan bagi pelanggan yang membutuhkan.

“Berdasarkan inventigasi yang kami lakukan, ditambah dengan adanya bukti-bukti dari organisasi kemasyarakat yang menyatakan bahwa tempat karaoke Holyland diduga sudah menjadi tempat prostitusi. Untuk itu kami meminta kepada pihak Pemkab Tapteng agar secepatnya mencabut izin tempat hiburan itu,” teriak Rahu Hutagalung dalam orasinya di depan kantor Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu, Tapanuli Tengah, Senin siang, (24/7/2017).

Mereka juga mendesak DPRD Tapteng melaksanakan tugasnya sebagai lembaga perwakilan rakyat. Aliansi mahasiswa ini pun berharap agar DPRD Tapteng dapat bekerja sama dengan eksekutif melakukan penutupan Holyland yang diduga sebagai tempat prostitusi.

Selain itu, Mahasiswa ini juga menyampaikan kepada Bupati Tapteng, Bahktiar Ahmad Sibarani untuk menepati janjinya merealisasikan penutupan tempat yang berbau dugaan mesum.

“Kami mendukung gerakan yang dilakukan Bupati Tapteng, Bakhtiar Sibarani yang sudah menutup lokasi esek-esek. Dan kami harapkan Bupati juga mencabut izin karaoke yang diduga sebagai tempat prostitusi yang ada di Jalan Padangsimpuan-Sarudik,”tegasnya.

Sebagai Mahasiswa, mereka menginginkan Kabupaten Tapteng jauh dari aroma dugaan prostitusi yang dapat merusak akhlak dan moral pemuda, serta kerukunan dalam rumah tangga. Oleh sebab itu, mereka meminta kepada Bupati untuk segera mencabut izin karoke keluarga Holyland. (tim)