2 tahun lalu |31 Maret 2016 15:28 |810 Pembaca

Sayangnya, SPAM di Aek Manis Tak Berfungsi

Foto: Hendra Sahputra (baju biru) meninjau lokasi SPAM yang gagal di Jalan Murai, Aek Manis, Sibolga. Istimewa/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM- Wakil Ketua DPRD Sibolga Hendra Sahputra kecewa melihat salah satu proyek pembuatan Sarana Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jalan Murai, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Sambas yang terbengkalai.

“Sangat disayangkan, hasil pekerjaan senilai Rp114.901.200 itu tidak berfungsi. Kesannya terbengkalai dan mubajir. Saya bilang proyek SPAM ini gagal total,” tegas Hendra Sahputra kepada wartawan di lokasi, Kamis (31/3).

Padahal proyek dari tahun anggaran 2015 itu baru saja rampung, tetapi keberadaannya tidak dapat dinikmati masyarakat sekitar, terutama bagi yang masih membutuhkan air bersih.

“Mestinya SPAM ini bisa menjadi solusi bagi warga yang sudah lama mendambakan layanan air bersih. Sampai sekarang ratusan KK (kepala keluarga), warga yang tinggal di Jalan Murai ini masih memanfaatkan jaringan pipa lama yang dibangun secara swadaya,” tandasnya.

Hendra yang meninjau lokasi bersama Ketua Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Maju Bersama Karhan Tanjung, dan Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Gunung Gadang Arsyadunas, menambahkan bahwa mereka sudah meninjau kondisi bak penampung air di hulunya.

“Kami lihat ada dua unit bak penangkap air di sana, ukurannya sangat kecil, pipa airnya juga kecil-kecil. Tapi bak air itu sudah mengalami pendangkalan akibat sedimen pasir. Kemudian, jaringan pipa airnya terpantau sudah banyak yang putus,” imbuh Hendra.

Sementara, bangunan bak penampung air yang berada tidak jauh dari lokasi bak penangkap air itu juga menjadi sia-sia karena tidak ada airnya. Melihat kenyataan itu, pihaknya segera memanggil instansi terkait yaitu, dinas pekerjaan umum (PU), guna mendapat penjelasan terkait keadaan proyek tersebut.

“Sebelumnya saya juga akan meninjau beberapa proyek pembuatan SPAM lainnya yang dikerjakan tahun 2015. Ada tujuh paket yang dibangun di lokasi berbeda, total anggarannya itu mencapai Rp1,7 miliar,” tutup Hendra.

Editor: Ray T