4 bulan lalu |5 Agustus 2017 10:42 |199 Pembaca

Baru dua minggu selesai dikerjakan, jembatan Lubuk Nabolon sudah rusak

Jembatan gantung Lubuk Nabolon baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan. Foto: Ist.

SUARATAPANULI.COM, TAPTENG – Dua minggu setelah pelaksanaan pekerjaan Perbaikan Jembatang Gantung Lubuk Nabolon, Kecamatan Pinangsori yang di laksanakan oleh kontraktor  CV.PRISTA dengan nilai kontrak Rp184.700.000,00 untuk tahun anggaran 2017 dikeluhkan warga.

Masa pelaksanaan pekerjaan yang di nilai cukup lama seperti tertulis di papan proyek yaitu selama 120 hari kalender, ternyata bisa “disulap” hanya dengan pengerjaan tak lebih dari satu bulan sudah rampung di kerjakan oleh pihak rekanan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang  Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dari informasi yang di peroleh awak media di lokasi yang lebih 1 km dari jalan raya Padang Sidempuan ini, terdapat besi penyangga yang berfungsi sebagai pegangan pengguna jembatan saat melintas, banyak dalam keadaan rusak akibat kurangnya pengawasan pekerjaan jembatan tersebut.

Seperti halnya yang di keluhkan Bapak Tumeang (47)warga yang melalui Jembatan Gantung ini,begitu segitu selesai di pasang dan di buka untuk di lewati warga, banyak menemukan pasangan-pasangan besi maupun plat lantai yang kurang pas.

“Ada memang plat lantainya yang baru, dan ada juga semacam di sambung -sambung platnya.Tampak itu seperti berlobang lobang platnya atau pun bekas sambungan Las pada Platnya tidak rapi, sehingga terlihat seperti menghemat bahan Plat lah,”Ujarnya pada media saat di jumpai di lokasi Jembatan Ranbing Lubuk Nabolon Kecamatan Pinangsori Tapanuli Tengah Pada jumat sore, (4/8/2017).

Tampak juga terlihat jelas besi-besi yang menempel pada tiang gantung jembatan ada yang lepas.

“Itu juga ada besinya yang sudah lepas, kita tidak tahu itu di sengaja atau di rusak. Yang pasti akan sangat berbahaya nantinya bagi pengguna jembatan ini apabila tidak segera di perbaiki,”Ujar Bakkara warga Pinangsori.

Bakkara mengaku senang melihat jembatan gantung yang telah 6 tahun rusak, baru kini bisa dapat di perhatikan oleh Pemerintah,”ucapnya. (tim)