2 bulan lalu |6 Agustus 2017 15:03 |151 Pembaca

Kapolda Sumut di beri marga Tarigan, istrinya Beru Karo

Kapolda Sumut saat berfoto bersama dengan Forkopimda dan tokoh adat tanah Karo.

SUARATAPANULI.COM, KARO – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs.Paulus Waterpauw dan Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Nyonya Roma Paulus Waterpauw ditabalkan menjadi bermarga Karo saat melakukan  kunjungan kerja  ke Polres Tanah Karo, Sabtu, (5/8/2017)

Bertempat di lapangan apel Polres Tanah Karo, Kapolda Sumut dan istri melakukan acara silaturahmi dengan Forkopimda Kabupaten Karo, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, sekaligus memberikan pengarahan kepada Personel Polres Tanah karo.

Acara diawali dengan pemakaian seperangkat pakaian adat oleh tokoh adat Karo, Malem Ukur Ginting kepada Kapolda Sumut dan istri, didampingi oleh Bupati dan Wakil Bupati Karo. Kapolda Sumut diberikan Marga Tarigan dan ibu diberikan marga Beru Karo.

“Sejak saat ini, kalau Bapak dan Ibu berada ditanah karo, nama dari Kapolda Sumut adalah Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw Tarigan dan ibu Roma Megawanti Pasaribu br Karo,” kata Malem Ukur Ginting.

Pada kesempatan itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana menyampaikan apresiasinya kepada Kapolda Sumut yang sudah berkenan hadir di Tanah Karo dalam memberikan bantuan kemanusiaan kelokasi pengungsian.

Bupati Karo juga menyampaikan informasi, bahwa di tanah karo saat ini rawan kasus Narkoba yang sudah masuk kedesa-desa, kami yakin dengan peran serta Polri bersama instansi terkait , khususnya Kapolres Tanah Karo mampu menekan peredaran Narkoba di Tanah Karo, ujar Bupati Karo.

Mengawali sambutannya, Kapolda Sumut mengatakan bahwa dirinya senang dapat mengunjungi tanah karo.

“Sudah lama saya tau tanah karo, dan baru hari ini bisa datang. Ini hari hari baik, jadi kita syukuri. Tujuan saya hari ini datang melihat secara langsung bapak ibu anak-anak kita yang sudah sekian lama berada di tempat pengungsian karena erupsi gunung Sinabung,”ujar Kapolda.

Kapolda mengatakan, Kepolisian juga berperan untuk membantu pengungsi Gunung Sinabung.

“Saya sangat prihatin melihat keadaan di pengungsian yang sudah sejak tahun 2010. Ini memerlukan sebuah konsep pemikiran termasuk dilatih bagaimana mempercepat penanganan ini. Saya mungkin akan berkali-kali kesini, karena ini menjadi perhatian nasional. Secara bersama-sama kita menangani permasalahan ini. Terima kasih kepada Bupati dan wakil Bupati, Kapolres dan anggota serta Bhayangkari karena semua sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan sangat maksimal,”ujar Kapoldasu.

Tugas kedepan Kapolda Sumut, Kepolisian mengimplementasikan tugas- tugas yang sudah dikonsepsikan penyelenggara negara dan pimpinan Polri. Termasuk membantu pengungsi sinabung, kesiapan Pilkada, penanganan masalah narkoba, terorisme, masalah tanah, dan lain-lain yang menjadi tugas Polri.

“Saya ingatkan seluruh Pers bahwa tugas kita sekarang kerja, kerja dan kerja, mengerjakan semua hal yang sudah menjadi komitmen kita bersama. Ibu-ibu tolong bantu ingatkan suami untuk kerja. Kalau ada laporan tangani dan sampaikan kepada pelapornya perkembangannya dengan terbuka di era transparansi sekarang. Anda harus bekerja dengan sungguh, pedomani commander wish saya yang singkat ” Bekerjalah dengan hati, tidak usah hitung-hitungan agar masyarakat bisa kita lindungi dan layani. Juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat Sumut melalui peningkatan kinerja, pembenahan kultur, dan peningkatan kemampuan mengelola media untuk mewujudkan Polri yang Promoter,”ucap Kapolda Sumut. (INT)