2 bulan lalu |7 Agustus 2017 17:46 |95 Pembaca

PDAM Tirtanadi Pandan dituding produksi air tidak siap minum

Janner Silitonga Warga Pandan mengeluhkan kualitas air PDAM Tirtanadi Pandan. Ist.

SUARATAPANULI.COM, TAPTENG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi cabang Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dinilai tidak profesional dalam mengelola dan memproduksi air minum untuk masyarakat pelanggan. Pasalnya, air minum yang disalurkan ke rumah pelanggan, terkadang kotor dan keruh bercampur lumpur dan sedikit bau tidak sedap.

“Kalau musim hujan, airnya keruh bercampur lumpur. Kami terpaksa menguras bak air dan membeli air dari warga penjual air,” ungkap Janner Silitonga, warga Kota Pandan, Minggu, (6/8/2017).

Diduga kuat, PDAM Tirtanadi cabang Pandan tidak memiliki alat pengolah air bersih (reservoir). Artinya, air yang diambil dari sumber itu tidak diolah, tetapi langsung didistribusikan kepada masyarakat pelanggan.

“Beberapa waktu yang lalu, saya sudah pergi melihat sumber air PDAM Tirtanadi cabang Pandan di kawasan perbukitan Desa Sipan, Kecamatan Sarudik. Di sana terdapat bak penampung air, tapi tidak ada ditemukan peralatan pengolah air bersih,” ungkap Janner yang juga aktifis LSM Metro Watch Sibolga-Tapteng itu.

Menurutnya, nama besar PDAM Tirtanadi itu tidak layak disandang di Kabupaten Tapteng, karena air yang didistribusikannya tidak layak untuk diminum. “Sebaiknya diganti saja menjadi Perusahaan Daerah Air Kotor (PDAK),” tegas Janner.

Ironisnya lagi, dirinya banyak menerima keluhan masyarakat pelanggan soal tarif PDAM Tirtanadi cabang Pandan, Tapteng yang terlalu mahal, tetapi tidak diimbangi dengan pelayanan prima dan kualitas airnya.

Dia mencontohkan, salah satu pelanggan R br Purba yang mengeluh, air yang mengalir ke rumahnya sangat kecil, tetapi tagihan rekening airnya setiap bulan membengkak. “Ibu rumah tangga itu mengaku sangat kesal dan kecewa,” tukas Janner lagi.

Jika tidak ada perubahan dalam pelayanan dan peningkatan kualitas air, Janner Silitonga, menegaskan, pihaknya akan mengadukan PDAM Tirtanadi cabang Pandan, Tapteng ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dengan membawa sampel air dari PDAM Tirtanadi cabang Pandan untuk diuji ke laboratorium.

Sayangnya, pihak PDAM Tritanadi Pandan belum memberikan keterangan  terkait keluhan warga itu. (ST)