3 bulan lalu |10 Agustus 2017 12:31 |1336 Pembaca

Suami habisi nyawa istrinya dengan keji di Mandailing Natal

Korban Dewi Hutagalung saat dievakuasi yang dibunuh suaminya Dippu Sitompul.

SUARATAPANULI.COM, MADINA – Pembunuhan keji terjadi di Desa Janji Matogu, Kecamatan Malintang, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Dippu Sitompul diduga tega menghabisi nyawa istrinya Dewi Hutagalung (35) dengan cara dianiya, lalu tubuhnya dijatuhkan ke dalam sumur di belakang rumahnya. Kemudian sumur sedalam 20 meter itu ditimbun dengan sejumlah batu bata dan tanah.

Peristiwa pembunuhan itu diduga terjadi pada Rabu (1/8/2017) dini hari. Dan perbuatan terduga pelaku terungkap kemarin, setelah pihak kepolisian menerima laporan warga tetangga sekitar. Hingga kemudian mayat korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur tersebut pada Selasa (8/8/2017) siang.

Kepada wartawan, Kapolres Madina AKBP Matri Sonny membenarkan pengungkapan kasus dugaan pembunuhan tersebut. “Kita sudah melakukan pengejaran terhadap tersangka, suami korban sendiri,”kata Kapolres.

Dijelaskan, dugaan mengarah kepada suami korban dikuatkan oleh keterangan saksi Cindi Claudia Sitompul (18), anak perempuan korban. Katanya, kejadian itu berawal pada hari Rabu (1/8/2017) sekitar pukul 01.00 WIB, korban menjemput suaminya itu ke warung saat berjudi.

“Sesampainya mereka di rumah, tersangka langsung memukul istrinya sampai terluka dan tergeletak di lantai. Saat itu saksi Cindi ingin keluar memberitahukan apa yang terjadi kepada orang lain, namun tersangka melarang dan menyuruhnya kembali masuk ke dalam kamar. Baru sekitar pukul 02.00 WIB, tersangka masuk ke dalam kamar Cindi untuk meminta agar Cindi jangan memberitahukannya kepada siapapun. Itu disampaikan tersangka sambil memeluk Cindi,” terang Kapolres.

Kemudian pagi harinya, sambung Kapolres, Cindi menanyakan kepada abangnya Danil Sitompul, dimana ibu tiri mereka tersebut. Kemudian abangnya itu menjawab sudah dibuang ke Sungai Batang Gadis.

“Sejak hari itu Cindi tak pernah melihat ibunya lagi. Tapi anehnya, sebelum tersangka ini kemudian pergi meninggalkan rumahnya, ia terlihat sibuk memasukkan batu bata dan tanah ke dalam sumur selama 2 hari berturut-turut,” tuturnya.

Warga tetangga dan kerabat korban yang merasa curiga karena korban tak kunjung kelihatan, lantas melaporkan informasi tersebut ke polisi.

Amatan wartawan saat evakuasi mayat korban, tim sempat kewalahan karena keadaan sumur yang sempit dan sudah ditimbuni batu bata dan tanah. Dilihat dalam video proses evakuasi mayat korban yang beredar di media sosial, terlihat mayat korban diikat dengan beberapa utas tali lalu ditarik ke atas. Kondisi mayat yang sudah mulai membusuk itu kemudian dibawa ke rumah sakit. (ST)