2 bulan lalu |10 Agustus 2017 15:04 |137 Pembaca

Panton milik PT SGSR Manduamas ganggu aktivitas warga

Panton milik PT SGSR Manduamas dinilai ganggu aktivitas warga.

SUARATAPANULI.COM, MANDUAMAS – Warga Kelurahan PO.Manduamas, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), melontarkan aksi protes tentang keberadaan Panton milik perusahaan perkebunan PT.SGSR Manduamas, yang membentang dibantaran sungai yang diduga memperlambat arus sungai sehingga pada musim penghujan tiba, Kelurahan PO.Manduamas menjadi langganan banjir.

Tokoh Agama Muslim, Kelurahan PO.Manduamas, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sawaluddin Sigalingging, Rabu,(9/8/2017) menjelaskan, keberadaan panton perusahaan PT.SGSR Manduamas, sangat mengganggu masyarakat untuk lalulalang lewat menggunakan jalur sungai.

Pasalnya, panton perusahaan yang membentang digunakan sebagai akses lalulalangnya armada perusahaan mengangkat TBS, dianggap menjadi  “Malapetaka” bagi warga yang ada di kelurahan PO.Manduamas.

“Jika pada musim penghujan tiba, rumah penduduk yang ada di Kelurahan PO.Manduamas terendam banjir. Bukan hanya di daerah ini saja, bahkan di Kelurahan Perluasan dan Desa Lae Monong juga ikut terkena banjir,”Ujarnya.

Dikatakan, aksi protes tersebut kami buat melalui hasil musyawarah di dua Kelurahan dan 1 Desa, Kelurahan PO.Manduamas, Kelurahan Perluasan dan Desa Lae Monong manduamas. Pada saat itu warga sepakat menggelar musyawarah untuk menanggulangi masalah banjir di sekitar PO.Manduamas, dilaksanakan  pada tanggal, (5/3/2017) lalu.

“Dengan hasil kesepakatan musyawarah yang sudah disampaikan kepada pihak perusahaan PT.SGSR Manduamas diantaranya yakni.

1. Membuka Saluran sungai baru.
2. Membuka saluran parit laembara.
3. Mengorek kembali sungai manduamas (Normalisasi Sungai).
4. Mengorek parit keliling manduamas , parit perumahan dan parit perkantoran.
5. Pembukaan panton PT.SGSR Manduamas yang terbentang disungai manduamas, yang diduga sebagai penyebab lambatnya aliran sungai.
6. Mencuci parit pengeringan.
7. Tidak menanami tanaman keras dipinggiran parit pengeringan manduamas.

Berita acara Musyawarah penanggulangan Banjir Di Kelurahan PO Manduamas, sudah disampaikan ke pihak perusahaan perkebunan PT.SGSR Manduamas, namun keluhanan warga mengenai keberadaan panton yang membentang dibantaran sungai manduamas, diharapkan menjadi bahan pemikiran yang harus dipertimbangkan pihak perusahaan dan juga pihak Pemkab Tapteng.

“Kami memintaagar Panton Perusahaan PT.SGSR segera dibongkar dan atau memindahkan panton tersebut  kelokasi lain, dan atau perusahaan membangun jembatan bersifat permanent guna mencegah masalah-masalah dikemudian hari.

“Akan tetapi panton tersebut belum dipindahkan, dan informasinya panton sudah dilas mentok kedasar sungai memakai besi agar panton tidak bergeser, hal ini perlu ditangani secara serius, karna masyarakat menganggap keberadaan perusahaan Perkebunan PT.SGSR Manduamas tidak bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di kecamatan manduamas,”Pungkasnya.

Estate Manager Perkebunan PT.SGSR Manduamas, BT.Sihotang, Ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu diruang kerjanya menjelaskan, mengenai urusan panton serta Perizinan Panton dari Dinas Perhubungan Laut dan Darat dari Pemkab Tapteng, itu adalah urusan Direksi PT.SGSR yang ada di medan.

“Direksi medan yang mengurus mengenai perizinan di perusahaan ini,”katanya singkat. (ST).