3 bulan lalu |10 Agustus 2017 17:42 |366 Pembaca

Tak terima dijemput saat bermain judi, Dippu habisi nyawa istrinya

Dippu Sitompul bersama anaknya Daniel Sitompul saat menjalani pemeriksaan.

SUARATAPANULI.COM, MADINA – Entah apa yang merasuki Dippu Sitompul (45) sehingga tega menghabisi nyawa istrinya Dewi Hutagalung (35) dengan cara keji. Pembunuhan Dewi yang dilakukan suaminya itu terjadi di Desa Janji Matogu, Kecamatan Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, pada hari Rabu, (1/8/2017).

Usai membunuh istrinya, Dippu Sitompul melarikan diri bersama anaknya Daniel Sitompul ke Pekanbaru, Riau. Namun pelariannya tidaklah lama, Polisi berhasil menangkapnya, Rabu pagi, (9/8/2017), dan langsung di boyong ke Mapolres Madina, tiba Kamis, (10/8/2017) dan langsung menjalani pemeriksaan.

Dihadapan petugas, Dippu Sitompul mengakui perbuatannya yang membunuh istrinya dengan martil, lalu dibuang kedalam sumur sedalam 20 meter, kemudian ditutup dengan batu bata dan tanah.

“Motif pembunuhan itu dikarenakan tersangka DS ini merasa tidak terima ketika dijemput istrinya ke warung saat berjudi malam itu,” kata Kasat Reskrim Polres Madina AKP Hendro Sutarna.

Peristiwa pembunuhan itu terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan warga tetangga sekitar. Hingga kemudian mayat korban berhasil dievakuasi dari dalam sumur tersebut pada Selasa (8/8/2017) siang.

Dijelaskan, dugaan mengarah kepada suami korban dikuatkan oleh keterangan saksi Cindi Claudia Sitompul (18), anak perempuan korban. Katanya, kejadian itu berawal pada hari Rabu (1/8/2017) sekitar pukul 01.00 WIB, korban menjemput suaminya itu ke warung saat berjudi.

“Sesampainya mereka di rumah, tersangka langsung memukul istrinya sampai terluka dan tergeletak di lantai. Saat itu saksi Cindi ingin keluar memberitahukan apa yang terjadi kepada orang lain, namun tersangka melarang dan menyuruhnya kembali masuk ke dalam kamar. Baru sekitar pukul 02.00 WIB, tersangka masuk ke dalam kamar Cindi untuk meminta agar Cindi jangan memberitahukannya kepada siapapun. Itu disampaikan tersangka sambil memeluk Cindi,” terang Hendro.

Kemudian pagi harinya, Cindi menanyakan kepada abangnya Danil Sitompul, dimana ibu tiri mereka tersebut. Kemudian abangnya itu menjawab sudah dibuang ke Sungai Batang Gadis.

“Sejak hari itu Cindi tak pernah melihat ibunya lagi. Tapi anehnya, sebelum tersangka ini kemudian pergi meninggalkan rumahnya, ia terlihat sibuk memasukkan batu bata dan tanah ke dalam sumur selama 2 hari berturut-turut,” tuturnya.

Warga tetangga dan kerabat korban yang merasa curiga karena korban tak kunjung kelihatan, lantas melaporkan informasi tersebut ke polisi. (ST)