3 bulan lalu |11 Agustus 2017 15:53 |344 Pembaca

Kapolres Taput jelaskan kronologis laka mau bus ALS

Bus ALS yang mengalami kecelakaan di pahae julu. Dok.

SUARATAPANULI.COM, TAPUT – Polres Tapanuli Utara, gelar konfrensi pers terkait kecelakaan bus ALS yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera KM 31/32 di Desa Lobu Pining Kecamatan Pahae Julu. Konfres yang digelar sekira pukul 20.00 Wib di Mapolres Taput menjelaskan kronologis kecelakaan yang menewaskan 2 orang termasuk Brigadir David Marpaung.

“Saat kejadian saya berada di sana, di depan mata saya kejadian tersebut,” kata Kapolres di dampingi Wakapolres Kompol T Marpaung, Kasat Lantas AKP Lamhot Gultom dan Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing.

Dijelaskan Kapolres, mereka berada di TKP sejak pukul 08.00 Wib, bersama 30 personil beserta pasukan TNI dari Koramil Pahae.

Kita mendapat kabar terjadi kemacetan total akibat jalan tertutup tanah berlumpur, dari Polres Madina sembari memberitahukan ada rombongan bus ALS yang membawa rombongan naik haji dari Madina dan harus segera sampai di Medan.

Macet dan tidak bisa dilalui kenderaan karena jalan sangat licin akibat tertutup kerokan tanah proyek pelebaran jalan, tanah berubah jadi lumpur karena diguyur hujan. Macet total terjadi hingga sepanjang 5 KM dari arah Sipirok Sidempuan dan 5 KM dari arah Tarutung, kata Kapolres sembari menerangkan TKP berada pada jalur tanjakan.

Bersama dengan warga, jalan kemudian dibersihkan agar bisa dilalui. Meski demikian karena jalan masih licin, kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas. Rekayasa dengan membuka jalan satu jalur saja dan mendahului mobil yang turun, ujarnya menerangkan mobil yang datang dari arah Tarutung ditahan karena jalur tanjakan.

Setelah berkurang, kemudian kita memperioritaskan bus ALS dengan alasan membawa rombongan naik haji dan menghindari mereka dari keterlambatan keberangkatan karena lebih dari 5 jam mereka tertahan akibat macet.

Dikatakan Kapolres, rekayasa awalnya berjalan aman. Bus ALS pertama dan kedua berhasil melewati lokasi dengan aman. Saat bus ketiga terjadi hambatan. bus oleng ke kanan dan hampir masuk jurang. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, polisi kemudian berupaya mengevakuasi bus ketiga dengan manual yakni ramai-ramai menahan bus. Bus ketiga berhasil dievakuasi dengan aman melewati lokasi.

Namun tiba-tiba, bus keempat turun dengan kondisi tidak terkendali ke arah para polisi bersama warga yang mengevakuasi bus ketiga tadi.

“Rem-rem jerit polisi dan warga. Namun bus terus meluncur dan menabrak korban yang tidak sempat melompat ke jurang untuk menyelamatkan diri,” cerita Kapolres sembari mengatakan setiap evakusi penumpang bus ALS yang akan naik haji tersebut lebih dahulu diturunkan.

“Saya berteriak semua lompat menyelamatkan diri. Saya juga turut melompat ke jurang bersama dengan Kapolsek Pahae Julu,” cerita Kapolres.

Akibat kecelakaan tersebut, 2 orang meninggal dunia akibat terseret bus. Keduanya yakni Brigadir David Marpaung dan Sobarudin Lubis warga Mandailing Natal pekerja proyek.

Kedua korban yang meninggal, sebelumnya ikut membantu mengevakuasi para rombongan turun dari bus. 3 orang korban lainnya mengalami luka berat, 2 orang di rawat di RSU Tarutung dan 1 orang masih dirawat si Puskesmas Pahae Julu.

Terkait kelancaran lalu lintas, diterangkan Kapolres, di lokasi sudah dikerahkan 30 orang personil Brimob dan 30 personil Sabhara Polres Taput untuk membersihkan jalan dari tanah berlumpur akibat hujan yang mengguyur daerah tersebut. Selain itu juga dikerahkan mobil damkar untuk menyirami jalan agar bersih dari lumpur, pungkas Kapolres. (ST)