4 minggu lalu |22 September 2017 14:13 |127 Pembaca

Humas Kejatisu: tersangka kasus rigid beton Sibolga belum bisa dipublikasikan

Pemeriksaan fisik jalan rigid beton di Kota Sibolga, beberapa waktu lalu. Foto: Dok/int.

SUARATAPANULI.COM, SIBOLGA – Penanganan proses hukum terkait kasus proyek jalan rigid beton di daerah Kota Sibolga, Sumatera Utara pada tahun 2015 yang ditemukan adanya indikasi kerugian Negara mencapai belasan milliar rupiah terus bergulir.

Indikasi kerugian Negara itu sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Sumatera Utara.

Kasus tersebut kini masih di tingkat pemeriksaan dalam penyidikan oleh Pidsus Kejati Sumatera Utara (Kejatisu). Namun pihak kejaksaan sampai saat ini belum bisa mengumumkan nama-nama tersangkanya.

Kepada wartawan, Jumat, (22/9/2017) melalui sambungan seluler, Kasipenkum/Humas Kejatisu Sumanggar Siagian mengatakan, bahwa tersangka belum bisa diumumkan.

“Belum bisa dipublikasikan tersangkanya,” kata Sumanggar.

Disinggung berapa jumlah orang yang akan dijadikan tersangka, Sumanggar mengatakan, untuk hal itu belum bisa dipublikasikan ke media, karena masih dalam internal pihaknya.

Sumanggar juga mengemukakan bahwa apakah nama-nama tersangkanya sudah ada, lagi-lagi Sumanggar menampik. “Nanti kita bicarakan lagi, pokoknya sudah ditingkatkan ke penyidikan,” terangnya.

Untuk diketahui,  bahwa sekitar lima bulan lalu, penyidik Kejatisu turun melakukan pemeriksaan fisik proyek rigid beton dikota Sibolga.

Sementara itu beberapa proyek peningkatan jalan rigid beton untuk tahun 2017 di Kota Sibolga kini sudah berjalan. (Tim)