2 tahun lalu |1 April 2016 14:02 |1331 Pembaca

Sibolga Harus Fokus Membangun Pariwisata

Foto: Panorama alam Teluk Tapian Nauli Sibolga yang menyimpan potensi pariwisata yang besar namun belum optimal dikembangkan. Marihot Simamora/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM- Pengamat pembangunan di Sibolga, Binsar Simatupang, memandang pemerintah daerah setempat belum fokus dalam hal membangun sektor pariwisata. Padahal banyak potensi yang dimiliki kota berjuluk ‘Negeri Berbilang Kaum’ itu.

“Saya katakan Pemko Sibolga belum fokus dalam membangun sektor pariwisata. Coba lihat kondisi objek-objek wisata yang ada saat ini, Pantai Ujung Sibolga, Pelabuhan Lama, Tangga Seratus, benteng bersejarah peninggalan Jepang di Ketapang, Tor Simarbarimbing, Pulau Poncan, dan lainnya. Apa yang mau dibanggakan, hampir tidak ada penataan atau pembenahan yang berarti,” kata Binsar di Sibolga, Jumat (1/4).

Mantan Anggota DPRD Sibolga itu menambahkan, beberapa waktu lalu dia berbincang-bincang dengan Kadis Budparpora Sibolga Tarmizi.  Sebenarnya menarik, Binsar pun mengapresiasi sederet konsep pembangunan pariwisata yang digagas oleh instansi tersebut. Seperti halnya konsep pengembangan objek wisata Pantai Ujung Sibolga hingga ke Pelabuhan Lama. Kemudian pembenahan pantai dan resort di Pulau Poncan Gadang untuk turis mancanegara.

“Ada tiga jam kami berbincang dan berdiskusi dengan beliau. Konsep-konsep untuk pembangunan sektor pariwisata Sibolga yang dirancang mereka sebenarnya sangat luar biasa. Kendalanya tersandung anggaran,” ucapnya.

Dicontohkannya, laut Sibolga tidak luas, tapi bukan tidak mungkin untuk dikembangkan. Kuncinya berani berinovasi, lalu setelah jadi pengelolaannya dilakukan dengan baik.

“Bisa kan dibuat jadi lokasi pemancingan. Tanam bangkai-bangkai kendaraan atau kapal, dua tahun itu sudah jadi sarang ikan. Nelayan bisa punya job alternatif sebagai penyedia jasa kapal pemancingan,” jelasnya.

Kemudian, masih Binsar, pontensi Poncan Gadang. Jalan lingkar, air terjun, dan cottage sudah ada di sana. Tapi sayang pantai di belakang pulau itu tidak dikembangkan. “Bagaimana kalau pantainya itu dibenahi menjadi sebuah lokasi yang eksklusif bagi turis mancanegara. Biarkan mereka bebas dan aman berjemur santai di sana,” kata Binsar.

Demikian pula dengan Pantai Ujung Sibolga, Tor Simarbarimbing, Tangga Seratus, Benteng Jepang, semua bisa dibenahi menjadi paket destinasi wisata yang representatif dan saling terkoneksi. Binsar juga punya usulan agar pemerintah daerah menciptakan sebuah kawasan icon representasi dari julukan ‘Negeri Berbilang Kaum, Perekat Antar Umat Beragama’.

“Sudah ada konsep yang bagus, tinggal niat bersama untuk merealisasikannya. Mungkin saja kita bisa menciptakan paket-paket wisata bahari, pegunungan, sejarah, kuliner dan budaya,” ucap Binsar.

Binsar sependapat bahwa setelah melemahnya sektor perikanan, Sibolga harus memiliki sektor andalan, salah satunya dapat lebih fokus ke pariwisata. “Perikanan sekarang sudah jatuh, pengangguran bertambah, karena pelarangan beberapa jenis alat tangkap oleh Kementrian Kelautan Perikanan. Lalu apa yang mau diandalkan lagi? Hanya pariwisata yang potensial. Kita lihat di daerah lain yang sektor pariwisatanya mampu menopang dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain,” tukasnya.

Berbicara pembangunan pariwisata, sambung Binsar, utamanya adalah keberanian pemerintah daerah mengucurkan anggaran. Atau pun bisa dengan menggandeng investor swasta, dengan jaminan ada dukungan kemudahan dari pemerintah daerah.

“Saya melihat, Dinas Budparpora terkendala anggaran. Maka dalam hal ini kalau mau pemerintah daerah yang bergerak, dibutuhkan sinergitas berbagai instansi yang membidangi pembangunan fisik sarana prasarana, juga legislatifnya,” pungkasnya.

Editor: Ray T