1 bulan lalu |18 Oktober 2017 18:56 |348 Pembaca

Merasa ditipu, Rolan Pasaribu gugat Efendi Marpaung

Rolan Pasaribu alias Tembak menujukkan bukti transaksi pengiriman uang. (foto: ist)

Sibolga – Rolan Pasaribu alias Tembak (38) warga Kota Sibolga menggugat pengusaha asal Tapteng Efendi Marpaung (44) di Pengadilan Negeri Sibolga.

Menurut Rolan, gugatan tersebut karena dirinya merasa telah ditipu Efendi Marpaung. Kejadiannya berawal pada Desember 2011 silam. Efendi Marpaung menghubunginya lewat telepon seluler dan mengajak bertemu.

“Kami bertemu di hotel Wisata Indah Sibolga. Efendi Marpaung mengaku bisa memasukkan tenaga honorer menjadi CPNS karena dekat dengan Bonaran Situmeang yang menjabat Bupati Tapteng saat itu,” beber Rolan kepada wartawan, Selasa (17/10/2017).

Efendi menyebutkan uang pelicin untuk memasukkan CPNS dari tenaga honor itu sebesar Rp 50 juta perorang.

“Kemudian saya mau karena ada 6 orang keluarga yang honor dan sudah diatas 5 tahun sebagai honorer sebagaimana persyaratan yang ditawarkan Efendi Marpaung,” jelas Rolan.

Setelah mencapai kata sepakat, dia bersama Efendi menuju Bank Mega Sibolga menyetorkan uang sebesar Rp 300 juta untuk keperluan memasukkan 6 tenaga honorer menjadi CPNS.

“Total uang yang saya masukkan ke rekening Efendi Rp 285 juta. Memang ada beberapa kali, kalau gak salah sebanyak 4 kali saya masukkan uang ke rekening Efendi, setelah sebelumnya dia memberikan nomor rekeningnya kepada saya,” ungkapnya seraya mengatakan dia memiliki bukti transaksi pengiriman uang tersebut.

Setahun berlalu, kabar soal pengangkatan CPNS dari tenaga honorer itu tidak jelas. Ketika dipertanyakan Efendi terus menghindar.

“Saya mendatangi rumahnya, malah dia mengamuk-ngamuk sama saya seraya mengancam akan menyuruh warga Hutabalang mengusir saya,” ujarnya.

Rolan menambahkan, pada tahun 2015 lalu dia membuat pengaduan ke pihak Polres Sibolga. Tak berselang lama, istri Efendi Marpaung mendatanginya.

“Istrinya datang minta tolong supaya saya mencabut pengaduan di Polres Sibolga. Karena istrinya mengajak berdamai dan berjanji mencicil uang saya. Maka saya pun menerima,” tukasnya.

Efendi Marpaung pun mengembalikan uangnya secara mencicil, atau dibayarkan beberapa kali dan jumlahnya Rp 210 juta. Tersisalah Rp 75 juta lagi dan kedua pihak pun berdamai membuat surat pernyataan.

“Isi surat pernyataan, Efendi Marpaung bersedia mencicil sisa hutangnya sebesar Rp 75 juta dengan membayar Rp 10 juta setiap bulannya. Namun sejak dilakukan perdamaian, Efendi hanya melakukan pencicilan sebanyak 2 kali sampai tahun 2017 ini. Itulah sebabnya saya merasa ditipu oleh Efendi Marpaung,” tukasnya.

Terpisah, Efendi Marpaung yang dikonfirmasi wartawan membantah semua pernyataan Rolan Pasaribu.

“Saya nggak kenal siapa Rolan Pasaribu alias Tembak. Apalagi sampai bertemu dengan Rolan itu di salah satu hotel. Sorry, saya gak kenal dengan dia. Saya gak kenal sama dia, apalagi duduk bersama dia dan menawarkan sesuatu. Gimana caranya,” ketusnya.

Disinggung soal setoran di rekeningnya, Efendi malah menyarankan wartawan untuk menanyakan kepada Rolan dari mana nomor rekening itu didapatkan.

Efendi menegaskan dia tidak pernah memberikan nomor rekeningnya kepada siapapun, apalagi kepada Rolan alias Tembak yang tidak dikenalnya.

“Saya gak pernah berteman atau bersahabat dengan yang namanya Rolan. Apalagi duduk semeja seperti dengan kalian saat ini,” tandasnya seraya menambahkan persoalan itu sudah diserahkan kepada kuasa hukumnya. (ril/st)