2 minggu lalu |1 Desember 2017 10:42 |187 Pembaca

Surat Terbuka Januar Effendy Siregar kepada Presiden RI# Bagian 2

Januar Effendy Siregar, ASN Pemko Sibolga. Foto: ist.

SURAT TERBUKA (bagian 2)
Kepada Yang Mulia
Presiden Republik Indonesia
Tembusan :
Para penyelenggara negara Republik Indonesia
Seluruh rakyat Indonesia
Arwah para pahlawan dan pendiri Negara Republik Indonesia

Dengan hormat,
Adapun keanehan dan ketidak wajaran, pada kasus dugaan mark-up pengadaan tanah untuk lokasi pembangunan Rusunawa Sibolga, yang telah merusak hidup saya, yaitu antara lain sebagai berikut :

I.Sumber dan alat bukti

1.LHP BPK-RI 2012 nomor : 82.C/LHP/XVIII.MDN/05/2013, tgl. 4 Mei 2013.
2.Berita Acara Pemeriksaan (BAP) para saksi dan Tersangka,
oleh Kejatisu.

3.Rekaman pembicaraan dengan beberapa orang yang terkait dengan kasus dugaan mark-up pengadaan tanah Rusunawa.

4.Video dan cuplikan video yang berkaitan dengan kasus dugaan mark-up pengadaan tanah.

5.Rekaman sidang pengadilan kasus korupsi pengadaan tanah Rusunawa.

6.Surat dan Dokumen terkait lainnya.

II.Masa sebelum saya menjadi Pelaksana Tugas Kadis PKAD (sebelum 22 Juni 2012)

A.Pengadaan tanah Tahun 2011 : Tanah Rusunawa di Jl.Merpati/Jl. Mojopahit tidak akan dibeli jika tanah di AekParombunan tidak bermasalah !

Drs. HM Syarfi Hutauruk (Walikota Sibolga) beserta Panitia dan Tim yang dibentuknya, mulai gemar dan doyan membeli tanah. Karena sebelum tahun 2011, pemko Sibolga sebenarnya telah memiliki lahan yang cukup luas dan belum termanfaatkan (kondisi terlantar) di daerah Panomboman
(video terlampir). Sekarang, sudah dibangun kantor polisi,status belum diketahui apakah pinjam-pakai, hibah atau status lain ! Walaupun ada tanah yang ditelantarkan, namun untuktahun 2011 Drs. HM Syarfi Hutauruk (Walikota Sibolga) beserta Panitia dan Tim yang dibentuknya, masih juga
membeli dua bidang lahan yang lain, yaitu :

1.Pada tanggal 21 Desember 2011, tanah seluas + 29.857 m2 untuk lokasi terminal Truk, dibeli dengan harga Rp.1.445.672.500,- di Jl. Sibolga-Tarutung, Kel. Hutabarangan, Kec. Sibolga Utara, dan

2.Pada tanggal 30 Desember 2011, tanah seluas + 9.303 m2 untuk lokasi Rusunawa, dibeli dengan harga Rp.1.881.277.500,- di Jl. Sudirman Kel. Aek Parombunan, Kec. Sibolga Selatan.

B.Pengadaan tanah TA 2011, di Jl. Sudirman Kel. Aek Parombunan, gagal digunakan untuk lokasi Rusunawa :

MENGAPA ? 1.Benarkah, gagal karena sampai dengan akhir tahun 2011,
pematangan lahan Rusunawa di Aek Parombunan tidak selesai ?

a) Drs. HM Syarfi Hutauruk/Walikota Sibolga, (BAP-I no 4 hal 2) menyatakan bahwa : Karena sampai akhir tahun 2011 pematangan lahan tidak siap-siap, makakementerian PU belum memberikan izin/persetujuan terhadap lahan (Parombunan) tersebut untuk dibangun rusunawa. Kementerian PU menyatakan “Pemko Sibolga tidak jadi dapat jatah Rusunawa, karena lahan belum siap,… dan kementerian PU menyarankan agar dicari lahan lain” ! dan “kalau Pemko Sibolga sudah dapattanah yang siap untuk dibangun Rusunawa, kementerian PU-pun akan menganggarkan kembali pembangunan Rusunawa tersebut di tahun 2012 dan cari lokasi yangdaerahnya padat, kumuh, untuk kepentingan masyarakat nelayan, serta dekat tempat penurunan ikan/pajak”

b) Sahat Simatupang, SE/Camat Sibolga Selatan/anggota Panitia Pengadaan Tanah (BAP-II no. 31) menyatakan bahwa : …tanah aek Parombunan tersebut ditawarkankepada kementerian pu, bisa atau tidak untuk dijadikan pertapakan rusunawa. akan tetapi, dalam prosesnya pematangan lahannya sampai akhir 2011 tidak selesai, sehingga kementerian PU membatalkan untuk pembangunan rusunawa di atas tanah tersebut, dan meminta kepada pemko Sibolga untuk kembalimengangarkan di tahun 2012.

Fakta yang sebenarnya :

a) Drs. Soritua Hasibuan/Kadis PKAD Sibolga/Sekretaris Panitia Pengadaan Tanah/Ketua Tim Penilai Harga Tanah (BAP-II no. 69 hal 6), menyatakan bahwa : “bukti SP2D pembayaran atas tanah tersebut adalah tanggal 30 Desember 2011, dan Surat Perjanjian Pelepasan Hak dan Ganti Rugi no. 593.83/105/2011, atas tanah tersebut adalah tanggal 30 Desember 2011.

b) Ir. Basar Sahat Marisi Sibarani, M.Si/Wkl Ketua Panitia Pengadaan Tanah/Wkl. Ketua Tim Penilai Harga Tanah (BAP-II no. 42 hal 5) menyatakan bahwa : “bukti SP2D pembayaran atas tanah tersebut adalah tanggal 30 Desember 2011, dan Surat Perjanjian Pelepasan Hak dan Ganti Rugi no. 593.83/105/2011, atas tanah tersebut adalah tanggal 30 Desember 2011.

c) Drs. Moch Sugeng/Sekdakot Sibolga/Ketua PanitiaPengadaan Tanah (BAP-II no. 53 hal 2) menyatakan bahwa : “pematangan lahan pada tanah yang dibeli di Jl.Sudirman, kel. Aek Parombunan, sudah selesai sebelum pembayaran dilakukan, karena kalau tidak selesai tidak mungkin ganti-rugi tanah tersebut dibayarkan.

Dengan demikian, bahwa keterangan BAP oleh Drs. HM Syarfi Hutauruk/Walikota Sibolga dan Sahat Simatupang,SE/anggota panitia pengadaan tanah, dapat dibuktikan TIDAK BENAR/BOHONG ! Karena pematangan lahan tidak mungkin bisa selesai dalam tempo 1 (satu) hari, yaitu dari tanggal 30 s/d 31 Desember 2011 !

2.Benarkah, gagal karena luas lahan Rusunawa di Aek Parombunan, ternyata tidak memadai (kurang luas) ?

a) Drs. HM Syarfi Hutauruk/Walikota Sibolga, (BAP-II no41 hal 2-3) menyatakan bahwa : “lahan Rusunawa yang di Aek Parombunan terkendala dengan luas lahan yang tidak mencukupi karena luasnya dibawah 7.000 m2 !”

b) Drs. Eddy Johan Lubis/Kepala Bappeda (BAP-I no. 9 hal 3) menyatakan bahwa : “menurut sepengetahuan saya, lokasi tersebut setelah diteliti oleh tim teknis satker rusunawa dari Jakarta, ternyata bahwa lokasi tersebut tidak dimungkinkan dibangun 2 (dua) twin blok, sehingga apabila pemko Sibolga masih menginginkan dibangun rusunawa, maka harus mencari lokasi lain !”.

Fakta yang sebenarnya :

a) LHP BPK-RI Perwakilan Sumatera Utara no. 82.b/LHP/XVIII.MDN /05/2013 tanggal 04 Mei 2013
point 1.a hal 2, menyatakan : “TA 2011 Pemko Sibolga telah mengadakan tanah untuk Rusunawa seluas 9.303 m2 di Jl. Sudirman kel. Aek Parombunan.

b) Drs. Sahat Simatupang, SE/Camat SibolgaSelatan/anggota Panitia Pengadaan Tanah (BAP-II no.
30 hal 2) menyatakan bahwa : “…luas tanah tersebut9.303 m2, yang terletak di Jl. Sudirman kel. Aek
Parombunan !”.

Dengan demikian, bahwa keterangan BAP oleh Drs. HM Syarfi Hutauruk/Walikota Sibolga dan Drs. Eddy Johan Lubis/Kepala Bappeda, dapat dibuktikan TIDAK BENAR/BOHONG ! Karena lahan yang dibeli untuk Rusunawa di Jl. Sudirman kel. Aek Parombunan, ternyatajauh lebih luas dari pada lahan yang dibeli di Jl. Merpati/Jl.Mojopahit, yang luasnya hanya 7.171 m2 !

3.Benarkah, gagal karena lahan yang dibeli untuk Rusunawadi Aek Parombunan, ternyata merupakan kawasan hutan lindung ?…

(bersambung)

Sumber: facebook Januar Effeny Siregar (ASN Pemko Sibolga).