2 tahun lalu |1 April 2016 18:49 |1087 Pembaca

Boom…! Ledakan Tabung Gas Rusak Kantor BMKG Pinangsori

Foto: Petugas Polsek Pinangsori saat cek tempat kejadian ledakan tabung gas di Kantor BMKG Pinangsori, Tapteng, Jumat (1/4). Dok/Istimewa

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM- Sebuah tabung gas meledak di salah satu ruangan Kantor BMKG Pinangsori, Tapteng, di Jalan Bandara, Jumat (1/4) sekira pukul 16.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun bagian dinding dan jendela gudang dari kantor rusak berat akibat hantaman tabung.

“Tabung itu diisi petugas kita tadi siang sekira pukul 13.00 WIB. Meledaknya sekira jam 16.00 WIB tadi sore,” kata Kepala BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Pinangsori, Marolop Rumahorbo, saat dihubungi SuaraTapanuli.Com, Jumat (1/4) petang.

Tabung gas yang meledak tampak bagian bawahnya berlubang. Dok/Istimewa Tabung gas yang meledak tampak bagian bawahnya berlubang. Dok/Istimewa

Pihaknya menduga ledakan terjadi akibat tekanan gas di dalam tabung yang tidak stabil. Dimana bagian bawah tabung kemudian tidak kuat menahan tekanan, sehingga terjadi ledakan.

“Kalau saat pengisian sudah sesuai prosedur. Tidak berlebih, kemudian disimpan di gudang penyimpanan seperti biasanya. Mungkin karena kondisi tabung dan tekanan gas di dalamnya yang tidak stabil,” ucapnya.

Dijelaskannya, gas di dalam tabung itu sehari-harinya digunakan mengisi balon udara yang diterbangkan untuk memprediksi kecepatan dan arah angin pada ketinggian tertentu.

Marolop menyatakan tidak ada korban jiwa atau pun luka akibat ledakan itu. Hanya dinding benton di atas jendela gudang itu yang pecah dan retak. “Kita bersyukur tidak sampai ada korban. Kalau fisik bangunan itu nanti bisa diperbaiki,” tandasnya.

Pasca kejadian, petugas Polsek Pinangsori melakukan cek tempat kejadian. “Tadi kami dapat informasinya ada tabung gas yang meledak, di gudang kantor BMKG. Anggota cek ke sana, dan sudah kami laporkan kepada pimpinan. Tidak ada korban pada manusia, hanya kerusakan fisik bangunan,” kata Kapolsek Pinangsori AKP L Siregar.

Editor: Ray T