2 minggu lalu |1 Desember 2017 21:46 |69 Pembaca

Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Tapanuli Selatan Amblas

Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, Amblas.

SUARATAPANULI.COM, TABAGSEL – Jalan penghubung dua Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yakni Kecamatan Angkola Sakunur dan Kecamatan Angkola Selatan, amblas baru-baru ini, dan tidak bisa dilalui kenderaan roda empat. Badan jalan yang amblas itu nyaris tak bersisa.

Akibatnya, para pedagang kesulitan melintasi jalan tersebut sehingga barang dagangan mereka harus diover ke mobil lainnya dengan cara melangsir. Itupun harus merogoh saku lagi untuk bayar jasa langsir.

Terpantau dilokasi, Rabu, (30/11/2017), Firman (42) dan P.Hutagalung (50) pedagang, disibukkan dengan aktivitas bongkar muat hasil bumi yang mereka angkut dan dipindahkan ke mobil lainnya. Aktivitas itu terjadi di dua arah, baik menuju wilayah Kecamatan Angkola Sakunur dan Kecamatan Angkola Selatan dan sebaliknya.

Badan jalan yang amblas tersebut diperkirakan sepanjang 60 meter, dan lebar 30 meter, merupakan perbatasan ke dua kecamatan, persisnya di Desa Malombu, sekitar 4 KM dari Desa Bukkas, Kecamatan Angkola Sakunur.

Warga setempat, B.Simorangkir ( 55) yang ditemui wartawan di lokasi mengatakan, rusaknya jalan tersebut sangat menyulitkan pengendara, khususnya para pedagang yang umumnya mengunjungi hari pekan di dua kecamatan, seperti pekan hari Jumat di Desa Bukkas. Mereka harus melalui jalan alternatif dari Kota Padangsidimpuan, Batangtoru dengan menempuh perjalanan selama 5 hingga 6 jam.

“Padahal, sebelum badan jalan amblas, hanya sekitar 45 menit dari beberapa desa desa-desa di Kecamatan Angkola Selatan, seperti Desa Gua Asom, Sironcitan Bara Induk dan lainnya, termasuk juga dari desa-desa di wilayah Kecamatan Angkola Sakunur yang akan menuju Kecamatan Angkola Selatan melalui jalan ini,” kata B.Simorangkir, Jumat, (1/12/2017).

Derita warga yang akan melintas dari jalan tersebut akan bertambah, ketika hujan turun badan jalan dikawasan itu akan becek dan berlumpur.

“Kita berharap agar pemerintah secepatnya melakukan perbaikan, karena harga-harga sembako juga menjadi naik,” sebut sumber warga sekitar .