2 tahun lalu |6 Maret 2016 09:27 |2123 Pembaca

SBY: Cara Pemerintahan Jokowi SADIS

Keterangan_pers_SBY_setelah_rapat_kabinet_24-06-2013

Akhirnya Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritisi kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (JOKOWI). Setelah sebelumnya beliau mengatakan tidak akan mengkritisi kebijakan pemerintah saat ini.

SBY mengatakan “SADIS” untuk salah satu kebijakan Jokowi, yaitu dalam menargetkan pajak yang sangat besar pada dua tahun terakhir. Beliau sangat tidak setuju adanya kebijakan pemerintah seperti ini.Hal itu berdampak pada perusahaan yang mengalami kenaikan pajak yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya.

Target penerimaan pajak yang tercata pada APBN 2016 sebesar Rp.1.546,7 triliun. Sementara, target pajak sebelumnya 2015 tidak tercapai hanya Rp.1.005 triliun atau sekitar 81,5 persen dari target yang direncanakan sebesar Rp.1.294 triliun.

“Untuk mencegah PHK. Mungkin saya berbeda dengan banyak ekonom dan pejabat negara sekarang. Untuk mencegah terjadinya layoff di perusahaan, tolong pajak justru tidak diperberat,” ujarnya di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Sby juga mengatakan “pajaknya jangan digenjot dan diperas secara berlebihan. Kalau sudah normal, back to business as usual. Banyak cara untuk mencegah laju PHK, tapi yang jelas government itu tripartid. Pekerja, pengusaha, dan pemerintah”.

Kemudian sby mengatakan “Saya tidak setuju dengan cara sadis seperti itu. Walaupun memang setiap pemimpin punya strategi masing-masing,” lanjutnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa ekonomi secara rill belum normal. Terlihat dengan masih adanya PHK. SBY pun meminta agar pemerintahan Jokowi mengeluarkan kebijakan yang tepat.”Tidak boleh ada janji-janji baru uang akan membengkakkan APBN, penegakan hukum harus baik, mengurangi spending, kalkulasi APBN harus tepat sehingga tidak ada selisih,” ujarnya.