2 tahun lalu |2 April 2016 17:39 |1649 Pembaca

Totalitas Seorang Jamil Zeb Tumori

Jamil Zeb Tumori

BANYAK hal telah ia perbuat, tertuang di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Semuanya menjadi masukan nan mumpuni, bahkan hingga kritikan yang bersifat konstruktif demi kesejahteraan rakyat dan kemajuan daerah yang dia diami selama ini.

Penulis: Raymond

Sebagai konsekwensinya, banyak yang tersinggung, tergangu hingga terusik kenyamanannya. Dia dikritik, dicemooh, difitnah dan bahkan sampai diteror. Meski demikian, dia tetap tenang dan kokoh pada pendirianya yang ia pegang teguh hingga kini.

Demikianlah sosok seorang Jamil Zeb Tumori, Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, periode sekarang.

Bagi warga Kota Sibolga sendiri, pria yang akrab disapa Bung Jamil ini begitu familiar, bukan karena jabatan yang ia emban sebagai wakil rakyat, namun karena sifat sosial yang begitu tinggi, serta totalitasnya memperjuangan hak-hak demi terwujudnya kesejahteraan rakyat seperti yang ia inginkan selama ini.

Jadi tidak heran, mulai dari orangtua hingga anak-anak di Sibolga sekali pun pasti mengenal sosok pria yang lahir di Pulau Telo, 44 tahun silam ini.

Awal Karir Politik

Sepak terjang berpolitik ayah satu anak ini terbilang cukup panjang hingga kini mencapai puncaknya sekarang. “Dunia organisasi menjadi guru penting dalam karir berpolitik,” ungkap  ketika ditemui SuaraTapanuli.Com di ruang kerjanya di Gedung DPRD Kota Sibolga.

Memiliki segudang aktivitas di luar tugas pokoknya sebagai wakil rakyat tidak membuatnya merasa letih. Sebaliknya, ia menganggap itu sebagai candu yang tak ada penawarnya. Apalagi aktivitas yang ia lakukan memiliki keberpihakan terhadap kepentingan rakyat.

“Semua rutinitas yang saya lakukan tidak pernah memandang strata sosial, suku dan agama,” ujar suami dari Lisma Dewi Hasibuan itu.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini bercerita, terkadang aktivitas yang ia lakoni kerap pula mendapat berbagai bentuk serangan dari orang-orang yang tidak sepaham dan sejalan dengannya.

“Saya tidak paham selalu saja ada yang terusik, padahal semuanya ada kaitannya dengan masyarakat,” cetus Ketua PPM Kota Sibolga ini dengan sedikit tertawa.

“Tidak dapat juga dipungkiri, kalau serangan dan cemoohan atas aktivitas saya sehari-hari itu terkadang datangnya rekan-rekan kerja di DPRD. Hal itu saya anggap sebuah pembelajaran dalam karir berpolitik,” tegas mantan Ketua Komisi III DPRD Kota Sibolga ini.

Ibadah dan Keluarga

Meski padat aktivitas, namun waktu beribadah tetap diingatnya. Kalau tidak dapat dilakukan di Masjid, dilakukan di ruang kerja.

Jamil dan keluarga. Jamil dan keluarga.

“Pernah suatu waktu ketika sedang memimpin rapat dengan Pemerintah Kota Sibolga, jam menunjukkan waktu sholat zhuhur, kontan saja rapat saya skor sementara waktu, karena saya mau sholat,” ungkap penerima anugerah pemuda pelopor itu.

Jamil yang sudah dua periode menerima mandat rakyat menambahkan terkadang dalam doa dirinya kerap menangis tak kala mengungkapkan kegalauan hatinya.

Peran keluarga juga sangat penting dalam perjalanan karir. Pasalnya, ketika situasi yang kurang berpihak, biasanya keluarga (istri dan anak) yang lebih dulu memberikan semangat. Namun, tidak ia pungkiri peran dari sahabat-sahabatnya dalam pergaulan juga begitu besar dan bermanfaat dalam menopang karir.

“Selain keluarga, sahabat juga memiliki arti penting dalam hati dan pikiran serta perbuatan saya,” tutup Jamil yang mengaku sengaja mengusung jargon “DON’T STOP KOMANDAN” untuk menggambarkan perjuangannya kepada rakyat.

Editor: Mora