2 tahun lalu |3 April 2016 14:58 |1194 Pembaca

Rakernas LPNU, Tingkatkan Kesejahteraan Nahdiyin

Foto: Plt Gubsu H T Erry Nuradi bersama segenap petinggi PBNU yang diulosi saat pembukaan Rakernas LPNU, di Medan. Dok/ST

MEDAN, SUARATAPANULI.COM- Plt Gubsu H T Erry Nuradi menyambut gembira digelarnya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2016 Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama (LPNU), 1-3 April di Medan. Menurut Plt Gubsu upaya peningkatan kesejahteraan kaum Nahdiyin sangat strategis bagi kemajuan perekonomian bangsa.

“Sebagai ormas terbesar di Indonesia, maka kesejahteraan kaum Nahdiyin adalah sekaligus sumbangan besar bagi perekonomian bangsa,” kata Erry, saat pembukaan rakernas di Medan International Convention Center (MICC), Sabtu (2/4).

Hadir dalam acara pembukaan tersebut Ketua PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj MA, Rois Aam KH Ma’ruf Amin, Sekretaris Jenderal PBNU HA Helmy Faishal Zaini, Ketua PW NU Afifuddin Lubis dan para ulama serta tokoh masyarakat.

“Hari ini hadir lengkap Ketua PBNU dan Rois Aam, tentu membawa semangat bagi kaum Nahdiyin. Kami atas nama Pemprovsu, menyambut positif dan mengapresiasi kepada LPNU yang sudah memberikan kepercayaan Sumut sebagai tuan rumah,” jelas Erry.

Erry berharap rakernas dapat melahirkan sumbangsih pemikiran sekaligus jalan keluar bagi berbagai persoalan bangsa. Juga berharap rakernas memberikan solusi bagaimana menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Di bidang energi, saya boleh curhat kepada Ketua PBNU bahwa harga gas industri di Sumut adalah yang termahal se-Indonesia. Listrik juga, walaupun PLN katakan cukup, hari ini listrik di Nias padam semua karena kontrak dengan PLN dihentikan sepihak. Kami tentu tidak bisa bicara daya saing kalau tidak didukung pusat. PBNU saya harap bisa memberi masukan ke pusat,” ujar Erry.

Foto: Pemukulan Gondang Sembilan tanda dibukanya Rakernas LPNU, di Medan. Dok/ST Foto: Pemukulan Gondang Sembilan tanda dibukanya Rakernas LPNU, di Medan. Dok/ST

Rois Aam KH Ma’ruf Amin mengatakan NU harus memberi dampak positif bagi ekonomi bangsa. Perbaikan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan khusus bidang ekonomi perlu terus dilakukan NU. Ditambahkannya, perlu dilakukan konsolidasi pengusaha kuat di lingkungan NU, pemberdayaan pengusaha lemah atau UKM dan menghadirkan pusat inkubasi bisnis di seluruh Indonesia.

“Yang harus dikembangkan ekonomi dua jalur sektor komersial dan sosial. Pemberdayaan di bidang zakat dan wakaf dan deregulasi undang-undang banyak yang belum berpihak kepada ekonomi umat,” ujarnya.

Dia mengatakan, potensi NU di bidang ekonomi sangat besar dengan anggota NU yang mencapai lebih 90 juta orang. “NU selama ini tidur, sekarang ini bangun. Selama ini umat NU digarap orang, sekarang bangun dari kita sendiri untuk kepentingan diri kita demi kemajuan bangsa dan negara,” tegasnya. (rel)

Editor: Mora