2 tahun lalu |3 April 2016 16:48 |2683 Pembaca

Terkait Anak SMA Diduga Dicabuli Pekerja PT SOL, 8 Warga Diamankan Polisi

Foto: Suasana di Desa Simataniari, Pahae Julu, Taput, saat sejumlah warga diamankan, Sabtu (2/4) siang. Buea/ST

TAPUT, SUARATAPANULI.COM- Polres Taput mengamankan 8 warga Desa Simataniari, Kecamatan Pahae Julu, terkait penganiayaan yang dialami tiga pekerja PT SOL, Sabtu (2/4). Mereka diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi.‬

Delapan warga desa yang diamankan antara lain, Hendra Siregar (26), Jhon Ricson Sitompul (22), Wannoper Marbun (23), Dodi Simamora (20), Andes Sitompul (25), Rikki Pandiangan (25), Carles Tobing (22), dan Eli Hutabarat (22).

Kapolres Taput AKBP Dudus Harley Davidson melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, warga yang diamankan terkait dugaan penganiayaan yang dialami tiga orang pekerja SOL.‬

“Korban penganiayaan yang melapor adalah Rikki syahputra, Hendi Harianto dan Rosidi Ali. Meski demikian status kedelapan warga masih dan sebagai saksi,” terang Baringbing, Minggu (3/4).‬

Menurut laporan ketiga pekerja tersebut, penganiayaan itu terjadi pada Jumat (1/4) sekira pukul 23.30 WIB di rumah kontrakan mereka, milik Friska Panggabean, di Desa Simataniari.‬ Saat itu mereka sedang makan nasi goreng di dapur rumah. “Kemudian tiba-tiba sejumlah warga datang dan langsung memukuli mereka,” ujar Baringbing seraya menyebutkan status kedelapan warga tersebut masih sebagai saksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, aksi penganiayaan tersebut merupakan buntut dari didapatinya WVS (18), gadis kelas 3 SMA, warga Desa Simataniari yang diduga menjadi korban perkosaan oleh beberapa pekerja PT SOL (Sarulla Operation Limited). Saat ditemukan, gadis yang belakangan disebut-sebut menderita keterbelakangan mental itu tengah dalam kondisi nyaris bugil.

Buntutnya, warga sempat mengamankan beberapa pekerja PT SOL dan membawanya ke Polsek Pahae Julu. Pada Jumat (1/4) malam, sejumlah warga desa juga mendatangi Polsek Pahae Julu untuk memastikan apakah para pekerja perusahaan listrik bertenaga panas bumi itu benar-benar ada di mapolsek.

Editor: Mora