2 tahun lalu |3 April 2016 17:29 |1460 Pembaca

PBNU Dukung Promosikan Situs Makam Papan Tinggi Barus

Foto: KH Mifthahul Ahyar (pakai sarung) dan rombongan berfoto dengan Bupati Tapteng H Sukran J Tanjung. Ist/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM- Wakil Ketua Rois Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Mifthahul Ahyar menyatakan siap membantu Pemkab Tapteng untuk memperkenalkan situs-situs makam pembawa agama Islam ke Indonesia yang berada di kota tua Barus. Hal itu diungkapkan KH Mifthahul usai menziarahi makam Syekh Mahmud atau yang dikenal sebagai Makam Papan Tinggi dan Makam Mahligai, kemarin.

KH Mifthahul yakin Syekh Mahmud merupakan salah satu Dai pertama yang membawa dan menyebarkan agama Islam ke Indonesia. Setelah tiba dan berziarah langsung di makam Syekh Mahmud, ia sangat terkejut dan takjub. Karena rupanya almarhum ulama itu merupakan salah satu tokoh dai’ pertama penyebar agama Islam ke Indonesia.

“Ini saya yakini setelah melihat tahun wafatnya yang tertera di batu nisan, yakni sekitar tahun ke-10 sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu, beliau ini, jika bukan termasuk golongan sahabat Rasul, mungkin seorang Tabiyin, ini sungguh luar biasa,” katanya saat bersilaturahmi dengan Bupati Tapteng H Sukran J Tanjung di rumah dinasnya, usai berziarah ke Makam Papan Tinggi, Jumat (1/4) malam.

Ikut juga hadir Rois PC NU Tapteng Kifli Almujahid Batubara dan Ketua Tanfidz NU Tapteng H Misran Tanjung beserta para pengurus PC NU Tapteng lainnya.

Ditambahkan KH Mifthahul, saat ini PBNU tengah gencar memperkenalkan Islam Nusantara ke seluruh dunia, yang merupakan gerakan Islam yang santun. Tetapi ternyata, pihaknya baru menyadari bahwasannya cikal bakal Islam Nusantara itu berasal dari Barus, Tapteng, yang diawali oleh Syekh Mahmud.

“Tapteng ternyata memiliki potensi sejarah religius yang sangat luar biasa, karena ternyata Islam di Indonesia itu berawal dari Barus. Ini dibuktikan dengan Makam Papan Tinggi ditambah adanya Makam Mahligai yang merupakan makam 44 orang aulia penyebar agama Islam. Nadhlatul Ulama dan seluruh umat Islam di Indonesia maupun dunia harus tahu hal ini. Kami akan sampaikan hasil kunjungan kami ini ke Rois PBNU,” terangnya.

KH Mifthahul Ahyar juga mengatakan, keberadaan situs makam tua itu seharusnya dapat lebih mensejahterakan masyarakat di sekitarnya, seperti makam-makam para ulama lain yang ada di Jawa.

‬‪“Karena sudah terkenal, makam-makam para ulama di Jawa menjadi ramai dikunjungi wisatawan, sehingga mampu memberikan penghidupan bagi masyarakat sekitar. Kami yakin, jika Makam Papan Tinggi dan Makam Mahligai ini nantinya lebih dikenal publik, maka ribuan pengunjung pasti akan datang,” ucapnya.

“Dengan begitu, maka masyarakat sekitar tentunya bisa memanfaatkannya untuk membuka usaha yang dapat menambah penghasilan. Kami dari PBNU pun akan senantiasa ikut membantu dan mendorong Pemkab Tapteng untuk mengembangkan makam-makam ini untuk dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata rohani di Indonesia,” terang KH Mifthahul lagi.

Bupati Tapteng H Sukran J Tanjung menyampaikan bahwa pemerintah daerah kini tengah genjar mengembangkan situs bersejarah religi tersebut. Tapteng ingin menjadikan dan memperkenalkan Makam Papan Tinggi dan Makam Mahligai sebagai objek wisata rohani.

“Mulai tahun ini kedua kompleks pemakaman itu memang akan kami bangun dengan berbagai infrastruktur. Dananya bersumber dari APBD Provinsi Sumut sebesar Rp20 miliar secara multiyears. Dimana tahun ini akan dimulai dengan kucuran Rp5 miliar,” pungkas Sukran seraya mengapresiasi bentuk dukungan dari PBNU tersebut.

Editor: Mora