2 tahun lalu |3 April 2016 19:25 |1659 Pembaca

Secara Makro, Penumpang Bandara Pinangsori Masih Stabil‬

Foto: Aktifitas penerbangan di Bandara Pinangsori, Tapteng. Dok/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Kepala Bandara Dr FL Tobing Pinangsori, Tapteng, Ambar Suryoko mengungkapkan secara makro, kuantitas penumpang di bandara itu masih stabil dan tak mengalami pengurangan.

Hal itu dikatakan Ambar kepada SuaraTapanuli.Com melalui seluler, Minggu (3/4), saat ditanya progres penumpang pasca dibukanya penerbangan Garuda ke Bandara Silangit, Tapanuli Utara.‬

“Secara makro kuantitas penumpang yang melalui Bandara Pinangsori tidak berubah jumlahnya. Tak ada pengaruh signifikan,” kata Ambar.‬

‪Jumlah yang masih stabil itu, sambung Ambar, termonitor dari jumlah penumpang setiap hari di Bandara Pinangsori.‬ “Termonitor dari jumlah harian, 450 penumpang, sekarang setelah perubahan masih bervariasi, tidak mempengaruhi,” katanya.‬

Ambar menjelaskan, pengaruh dibukanya rute penerbangan Garuda di Bandara Silangit hanya terjadi pada peralihan penumpang dari Maskapai Garuda ke Maskapai Wings Air. Perubahan jadwal penerbangan Garuda Pinangsori-Kualanamu (Medan) yang kini menjadi 4 hari dalam sepekan itu, diakuinya memang cukup dikeluhkan.‬

“Yang berpengaruh itu Pinangsori-Kualanamu, menjadi Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu, itu yang terpaksa beralih ke Wings, itu yang paling dikeluhkan. Ini kan gara-gara tidak ada pesawat jet lagi Kualanamu-Pinangsori,” imbuh Ambar.‬

Untuk penerbangan Garuda langsung dari Pinangsori-Jakarta dan sebaliknya yang mengalami pengurangan menjadi 4 hari dalam sepekan yakni Senin, Rabu, Kamis dan Sabtu, menurut Ambar sama sekali tidak mempengaruhi.‬

“Kalau Jakarta-Pinangsori itu biasa saja. Karena 3 hari lainnya, hanya melalui Silangit baru ke Pinangsori, dan begitu sebaliknya,” pungkasnya.‬

Diketahui, Garuda telah membuka rute baru Jakarta-Silangit. Rute dengan jawdal penerbangan sebanyak 3 kali dalam seminggu itu untuk menunjang pengembangan sektor kepariwisataan Danau Toba yang digagas melalui pencanangan Badan Otorita Danau Toba oleh Presiden RI Joko Widodo.

Editor: Mora