2 tahun lalu |4 April 2016 11:14 |2101 Pembaca

KRI Halasan 630 Pulang ke Kampungnya Tapanuli

Foto: Komandan KRI Halasan Letkol Laut (P) Tonny Sumarno menunjukkan Piso Halasan dalam bingkai kaca. Marihot Simamora/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM- Tahu tidak, ternyata ada alutsista TNI AL yang namanya diambil dari nama sebuah senjata tajam khas bangsawan Tapanuli, Piso Halasan. Adalah Kapal Republik Indonesia (KRI) Halasan 630. Pagi Senin (4/4) tadi armada perang ini singgah di Pelabuhan Sambas Sibolga.

Kedatangan KRI itu disambut hangat oleh Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) I Gusti Ngurah Sedana berserta jajaran.

Foto: KRI Halasan 630 saat beroperasi di laut. Foto: KRI Halasan 630 saat beroperasi di laut.

“Nama KRI ini diberikan dari nama senjata pisau milik bangsawan di daerah Tapanuli Utara, Piso Halasan, ini dia pisaunya. Sejata ini simbol kewibawaan dan keberanian, sekaligus kesejukan,” ujar Komandan KRI Halasan Letkol Laut (P) Tonny Sumarno, sambil menunjukkan bingkai kaca berisi sebuah Piso Halasan berwarna kuning emas, kepada awak SuaraTapanuli.Com.

Piso Halasan yang ditunjukkannya itu merupakan pemberian petinggi adat dari Tapanuli Utara kepada Kepala Staf AL saat peresmiannya. Kedatangan KRI buatan anak bangsa oleh PT PAL Indonesia itu diakuinya sebagai persinggahan pulang kampung ke tanah Tapanuli. Sekaligus merupakan bagian dari pelaksanaan tugas patroli di Samudera Hindia wilayah pantai barat Sumatera.

“Ini bisa dikatakan pulang kampung untuk pertama kalinya sejak kapal ini beroperasi. Untuk isi bekal, kalau untuk open ship (kunjungan terbuka) bagi warga sipil mungkin hanya bisa sehari ini. Karena kami mungkin hanya satu atau dua hari di Sibolga ini,” timpal Letkol Tonny.

Perwira berpangkat melati dua asal Lombok, Provinsi Bali itu menyebutkan, kapal ini resmi beroperasi sejak tahun 2013. Dan ia masih komandan pertama dari jenis Kapal Cepat Rudal (KCR)-60 ini. “Kapal ini masih baru, 2013, masih saya komandan pertamanya. Kapal sejenis ini hanya ada tiga unit,” pungkasnya.

Editor: Ray T