2 tahun lalu |4 April 2016 18:39 |1553 Pembaca

Jangan Percaya Ada Kunci Jawaban

Foto: Suasana UNBK di SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Tapteng, Senin (4/4). Istimewa/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM- Sekdakab Tapteng Hendri Susanto Lumbantobing menegaskan agar para siswa peserta ujian nasional (UN) jangan percaya ada kunci jawaban yang beredar. Sebab itu adalah palsu dan sangat merugikan.

“Saya minta para siswa tidak percaya dengan kunci jawaban palsu. Kami mengimbau agar para siswa selalu berdoa dan fokus supaya ujian dapat dihadapi dengan lancar,” kata Hendri di sela meninjau pelaksanaan UN SMA sederajad hari pertama di SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Senin (4/4).

Sebaliknya, Hendri yakin pelajar peserta ujian maupun panitia dan sekolah di Tapteng benar-benar telah siap fisik dan mental menghadapi UN yang akan berjalan hingga Kamis (7/4) nanti. Sebab menurutnya, pihak-pihak terkait sudah melakukan persiapan, mulai dari dinas pendidikan, sekolah, kepolisian untuk pengamanan, bahkan hingga jaminan kesediaan listrik. “Karena itu saya yakin berjalan lancar dan aman hingga hari terakhir nanti,” ungkapnya.

Senada, Kadis Pendidikan Tapteng Delta Pasaribu mengatakan, UN tahun ini tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu kelulusan siswa. Namun tuntutan UN lebih kepada sejauh mana integritas dan kejujuran siswa dan pihak sekolah. “Tujuan UN tahun ini lebih difokuskan untuk pemetaan mutu dari siswa yang mengikuti ujian,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya pada hari pertama pelaksanaan, tidak ada siswa yang absen. Di Tapteng ada 4.610 siswa peserta. Diantaranya siswa SMA sebanyak 2.985 orang yang tersebar di 30 Sekolah, dan siswa SMK sebanyak 1.625 orang di 20 sekolah. Jadwal UN tingkat SMA pada tanggal 4 hingga 6 April, dan SMK tanggal 4 hingga 7 April. Hanya ada 1 sekolah yang melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK), yaitu SMA Negeri 1 Matauli Pandan.

Editor: Ray