2 tahun lalu |5 April 2016 14:23 |1823 Pembaca

Keturunannya Kerasukan Saat Ziarah ke Makam Sang Pendiri Sibolga

Foto: Salah satu keturunan Datuk Itam yang kerasukan arwah di dekat makam Sang Pendiri Kota Sibolga itu. HN/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Kota Sibolga menyimpan catatan sejarah pada abad ke-17 silam. Di salah satu pulau di perairannya Teluk Tapian Nauli, ada sebuah makam dari seorang sosok pendiri kota itu, yakni Abdul Mutholib atau yang dikenal sebagai Datuk Itam.

Warga dari kelompok budaya adat Pesisir menziarahi makam di Pulau Poncan Ketek itu, baru-baru ini. Ziarah itu sengaja dihelat sekaitan dengan Hari Jadi Kota Sibolga ke-316. Untuk mencapai lokasi makam peletak dasar adat Sumando di Sibolga itu, rombongan menaiki speedboad dari Dermaga Sibustak-bustak yang berwaktu tempuh sekitar 15 menit.

Ketua Lembaga Budaya Adat Pesisir Sibolga, Sahat Simatupang menyebutkan, Poncan Ketek di abad ke-17 merupakan wilayah perdagangan saudagar Inggris. Kala itu Datuk Itam adalah salah satu kongsi dagangnya.

Saat ziarah, rombongan diiringi musik Sikambang yang oleh Datuk Itam dideklarasikan sebagai musik khas Pesisir. “Musik Sikambang merupakan perpaduan budaya Batak Toba dari Silindung dengan budaya Minangkabau,” ujar Sahat.

Suara musik yang dimainkan dipercaya akan menyenangkan arwah leluhur, termasuk roh harimau putih yang konon merupakan peliharaan Datuk Itam. Alunan genderang itu juga diwarnai atraksi silat dan tarian. Benar saja, tiba-tiba beberapa peziarah, pemain musik dan penarinya pun kerasukan roh. Mereka menari-nari dan beratraksi silat Pesisir selama alunan musik dimainkan.

“Itu tandanya kedatangan kami disambut, roh-roh itu merasuki beberapa peziarah keturunan Datuk Itam yang datang,” beber Sahat yang juga menjabat Camat Sibolga Selatan.

Selain menghelat acara ritual tersebut, para peziarah juga membersihkan areal makam. Di kawasan makam itu juga ada sebuah sumur yang dulunya kerap digunakan keluarga Datuk Itam untuk keperluan sehari-hari. Konon, air sumur tua itu dipercaya berkhasiat bagi kesehatan. “Masyarakat percaya air sumur ini bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit,” timpal Sahat lagi.

Menurut mereka, pemerintah daerah melalui dinas terkait, belum memberikan perhatian serius terhadap kelestarian situs ini. Buktinya, saat para peziarah tiba di pulau tersebut, didapati aktifitas penambangan pasir ilegal.

“Kami berharap pemerintah daerah atau dinas terkait menjadikan situs ini sebagai objek wisata sejarah berdirinya Sibolga ini,” ujar salah satu peziarah. (HN)

Editor: Mora