2 tahun lalu |5 April 2016 18:35 |2366 Pembaca

Korban Kecelakaan di Perdagangan, Sewa STT Asal Sibolga Tuntut Haknya

Foto: Jamil Zeb Tumori saat menyambangi Aima Nasution yang terbaring lemah di rumahnya, Selasa (5/4). Marihot Simamora/ST

SIBOLGA, SUARATAPANULI.COM – Aima Nasution (53) kini hanya bisa terbaring lemah di atas kasur di rumahnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pasar Belakang, Kota Sibolga. Tulang punggungnya belum membaik pasca kecelakaan lalu lintas yang dialaminya di Jalinsum Perdagangan, Kabupaten Simalungun, Rabu (23/3) dini hari lalu.

“Saat itu saya menumpang bus STT (CV Sumatera Tapanuli Transport) dari Sibolga menuju Tanjung Balai. Kami kecelakaan di Perdagangan, menabrak empat pohon karena kelalaian sopirnya,” kata Aima sambil menunjukkan tiket busnya, saat ditemui di rumahnya, Selasa (5/4).

Aima menceritakan, saat itu ada sekitar 16 orang sewa bus tersebut. Dirinya duduk di bangku depan. Kepergiannya ke Tanjung Balai untuk belanja pakaian bekas untuk dijualnya kembali di Sibolga. Sebelum kecelakaan, Aima mengaku sudah dua kali mengingatkan sopir yang disebut-sebut bermarga Siambaton itu untuk mengurangi laju bus. Tapi si sopir mengacuhkannya.

“Memang kencang. Saya sudah dua kali bilang agar jangan kencang-kencang, tapi digas sopirnya juga terus. Saya luka parah karena saya duduk di depan. Sopirnya juga luka-luka,” kata Aima.

Aima sendiri sempat dibawa berobat ke salah satu RSU di Perdagangan, lalu dirujuk ke RSU Djarasmen Saragih Pematangsiantar. Baru pekan lalu ia dibawa kembali ke Sibolga oleh pemilik bus naas yang ditumpanginya itu. “Kami hanya dapat Rp100 ribu dari pemilik bus itu. Hanya itu sampai sekarang,” ucap Nur.

Bukan hanya sakit yang dialaminya yang menjadi beban pikirannya, keluarga Aima juga resah dan kecewa sebab hingga kini Aima tidak mendapat haknya baik uang asuransi dari Jasa Raharja maupun santunan dari pihak perusahaan angkutan umum penumpang itu.

“Kami berharap ada perhatian dari pihak direksi bus, pemilik bus, ataupun dari Jasa Raharja,” kata Nur (30) putri Aima.

Siang itu, Wakil Ketua DPRD Sibolga Jamil Zeb Tumori menyambangi Aima di rumahnya. Jamil menyebutkan, ia sudah menanyakan perihal kecelakaan bus itu ke pihak PT Jasa Raharja, dan ternyata laporan kepolisian soal kecelakaan tunggal tersebut tidak ada masuk data.

“Tadi saya sudah ke kantor Jasa Raharja, dicek ternyata kecelakaannya belum masuk dalam data laporan. Makanya pihak Jasa Raharja tidak tahu ini,” ucap Jamil.

Politisi Golkar itu menduga ada konspirasi antara pemilik bus dengan kepolisian makanya kecelakaan tersebut tidak ada laporannya. “Saya duga ada konspirasi seperti itu. Nanti kalau ini tak ada titik terang, saya akan sampaikan ke Poldasu bila perlu. Kasian ibu ini, dia penumpang resmi bertiket yang seharusnya mendapat jaminan,” kata Jamil.

Foto: Pertemuan Jamil, Kadishub dan pihak perwakilan Cv STT di Terminal Sibolga. Marihot Simamora/ST Foto: Pertemuan Jamil, Kadishub dan pihak perwakilan Cv STT di Terminal Sibolga. Marihot Simamora/ST

 

Tak puas sampai di situ, Jamil juga mengajak awak media dan Kadishubinfokom Sibolga Junifati Ziliwu ke Loket Perwakilan CV STT di Terminal Sibolga. Kedatangannya diterima oleh Perwakilan CV STT Benni Simanjuntak.

Di pertemuan itu Benni menjelaskan, pihak direksi sebenarnya baru mengetahui kejadian itu setelah dua hari kemudian. Menurutnya, pemilik bus bermarga Pasaribu, warga Tarutung, tidak kooperatif dan berupaya menutupi peristiwa kecelakaan itu kepada direksi.

“Tokenya (pemilik bus) tidak melibatkan saya sebagai perwakilan di Sibolga dalam hal ini. Kami juga kecewa karena itu. Namun begitu, saya sendiri sudah menemui korban ke rumahnya tadi siang untuk mengetahui kondisi dan bagaimana ceritanya bisa sampai tidak ada perhatian dari tokenya,” kata Benni.

Benni pun berjanji akan menyampaikan masalah ini kepada direksi yang berkedudukan di Tarutung, Taput. Termasuk soal sorotan dan saran dari Jamil. “Saya akan sampaikan hal ini kepada direksi supaya bisa dicarikan bagaimana solusi terbaik. Saya juga kecewa karena terus terang ibu Aima itu sudah bertahun-tahun menjadi langganan kami,” kata Benni.

Kabarnya, bus naas bernomor pintu 174 itu sekarang masih diamankan di kantor polisi di Perdagangan. Dan, sopirnya juga masih dirawat secara medis karena mengalami luka cukup serius akibat kecelakaan itu.

Editor: Ray