2 tahun lalu |6 April 2016 14:37 |1924 Pembaca

3 Warga Penganiaya Pekerja PT SOL Ditahan‬ Polisi

Foto : Aiptu Walpon Baringbing.

TAPUT, SUARATAPANULI.COM – Aksi penganiayaan pekerja PT SOL oleh sejumlah warga karena dugaan mencabuli seorang gadis SMA kelas 3 di Desa Simataniari, Kecamatan Pahae Julu, Taput, berbuntut panjang. Seperti halnya keluarga gadis itu mengadu ke polisi, para pekerja yang dianiaya juga melapor ke polisi. Alhasil 3 dari 8 warga desa yang sebelumnya diperiksa polisi pun ditahan sejak Sabtu (2/4).

“‪Ketiga warga yang ditahan penyidik Polres Taput diantaranya Hendra Siregar (26), Andes Sitompul (25) dan Sintong Pasaribu (36),” ungkap Kapolres Taput AKBP Dudus Harley Davidson melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing, Rabu (6/4), kepada awak media di Tarutung.‬

“‪Dalam pemeriksaan ketiganya terbukti terlibat melakukan penganiayaan atas tiga pekerja PT SOL (Sarulla Operation Limited). Mereka kita jerat Pasal 170 junto Pasal 351 KUHPidana, yakni tindakan penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama dengan tuntutan 5 tahun 6 bulan kurungan penjara,” tambah Baringbing.

Korban penganiayaan yang melapor adalah Rikki Syahputra, Hendi Harianto dan Rosidi. ‪Menurut laporan ketiga pekerja tersebut, penganiayaan itu terjadi pada Jumat (1/4) sekira pukul 23.30 WIB di rumah kontrakan mereka, milik Friska Panggabean, di Desa Simataniari.‬ Saat itu mereka sedang makan nasi goreng di dapur rumah. Kemudian tiba-tiba sejumlah warga datang dan langsung memukuli mereka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, aksi penganiayaan tersebut merupakan buntut dari didapatinya WVS (18), gadis kelas 3 SMA, warga desa itu yang diduga menjadi korban perkosaan oleh beberapa pekerja PT SOL. Saat ditemukan, gadis yang belakangan disebut-sebut menderita keterbelakangan mental itu tengah dalam kondisi nyaris bugil.‬

Malam itu warga sempat mengamankan beberapa pekerja SOL dan membawanya ke Polsek Pahae Julu. Pada Jumat (1/4) malam, sejumlah warga desa juga mendatangi Polsek Pahae Julu untuk memastikan apakah para pekerja perusahaan penghasil listrik bertenaga panas bumi itu benar-benar ada di mapolsek.‬

Sementara itu, ada enam pekerja PT SOL yang juga diperiksa oleh polisi terkait dugaan pencabulan terhadap WVS, sudah dipulangkan.‬

Menurut Baringbing keenamnya tidak terbukti melakukan cabul setelah polisi menerima hasil visum dari dokter kebidanan RSUD Tarutung, yang menjelaskan tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan dan pemerkosaan.

Editor: Ray