2 tahun lalu |6 April 2016 22:25 |2359 Pembaca

Melihat Progres Proyek WINRIP Jalan Sarudik – Batas Tapsel

Foto: Pengerjaan proyek jalan nasional Sarudik - batas Tapsel di Kecamatan Badiri, Tapteng, Rabu (6/4). Ray/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM РSudah sejauh manakah progres atau kemajuan pengerjaan proyek pembangunan dan pelebaran jalan nasional di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sarudik Рbatas Tapanuli Selatan (Tapsel)?

Pantauan di lapangan, Rabu (6/5), pengerjaan proyek terlihat baru dimulai di beberapa titik. Seperti di Kecamatan Badiri, Pinangsori, dan Sibabangun. Pengerjaan berupa pengerukan untuk pelebaran badan jalan, pembangunan turap beton, dan penambalan lubang-lubang.

“Pengerukannya itu baru dimulai awal bulan ini,” kata Turman Sidauruk (45), warga Kecamatan Badiri, Kamis (6/4).

Padahal seperti informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, masa kontrak pengerjaan proyek program bantuan WINRIP (Western Indonesian Road Improvement Project) World Bank (Bank Dunia) ini sudah dimulai sejak pertengahan tahun lalu. Dimulai dengan ground breaking (pemecahan masalah tanah, red) dengan pemberian ganti rugi kepada para pemilik tanah yang terkena dampak pelebaran jalan tersebut.

Sementara masa pengerjaan proyek ini ditenggat selama 27 bulan. Anggarannya sebesar Rp364 miliar secara multiyears (tahun jamak), dengan volume panjangnya 36 kilometer.

Proses tender proyek ini ditangani pihak Satker PPK 12 Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Wilayah II Sibolga. Pelaksana proyek oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

Dalam designnya, badan jalan akan dibangun selebar 7,5 meter, dengan lebar bahu jalan bervariasi antara 1-2 meter pada sisi kanan dan kirinya. Dan khusus dari depan Pia Hotel Pandan hingga ke simpang Jalan Oswald Siahaan Pandan sepanjang 500 meter akan dibangun dengan dua jalur, dengan pulau pembatas di tengahnya selebar 0,5 meter. Sehingga lebar badan jalan pada tiap jalur nanti akan tetap 7,5 meter.

“Masyarakat sudah lama menginginkan jalan lintas ini bisa mulus dan lebar. Maka kalau harapannya jangan lagi tertunda-tunda. Kalau sebagai masyarakat awam, saya hanya meminta agar pengerjaannya sesuai dengan bagaimana ketentuannya, jangan curang karena akan mempengaruhi mutunya nanti,” harap KA Sipahutar (34), warga Kecamatan Pinangsori.

Editor: Mora