2 tahun lalu |7 April 2016 15:22 |1011 Pembaca

Corat-coret Menapak Masa Depan

Foto: Konvoi sepedamotor selebrasi usai UN para pelajar SMA sederajad di Kota Padangsidimpuan, Rabu (6/7). Mora/ST

BEL tanda usainya gelaran Ujian Nasional (UN) tahun 2016 untuk SMA sederajad berbunyi, Rabu dan Kamis (6-7/4). Menjelang tengah hari, jalanan di hampir seluruh pusat kecamatan, ibukota daerah kabupaten dan kota, bahkan di kota-kota besar di negeri ini kemudian menjadi lebih riuh dan berwarna dari hari-hari biasanya.

Catatan: Marihot Simamora

Pemandangan tersebut juga terlihat di Tapanuli Raya ini, seperti di Tarutung-Tapanuli Utara, di Balige-Tobasa, di Kota Sibolga, di Doloksanggul-Humbahas, di Pandan-Tapanuli Tengah, di Sipirok-Tapanuli Selatan, di Pangururan-Samosir juga.

Pelakunya adalah mereka gerombolan para siswa peserta UN. Riuh turun ke jalanan, kebanyakan naik sepedamotor, ada pula yang ramai-ramai menompangi bus umum, betor, angkot/angdes, mobil pick up, bahkan ada yang nekad menaiki truk.

Menjadi berwarna karena seragam putih abu-abu yang biasanya mereka kenakan untuk belajar di sekolah sudah berubah menjadi mirip kain batik berwarna-warni mencolok dari semburan cat minyak dan torehan spidol. Batik hasil karya mereka sendiri itu dimotif dan diwarnai oleh paduan emosi luapan kegembiraan yang  bergejolak. Momen yang mereka anggap kebebasan itu akan dikenang sebagai salah satu peristiwa yang terindah di ujung masa sekolah.

Usai  UN rasanya memang seperti baru memenangkan sebuah perang di medan tempur yang berat. Atau pun seperti memenangkan sebuah ajang kontes. Atau kerap pula disamakan  seperti terlepas dari sebuah belenggu.

“Saya yakin lulus”, begitu ucapan mereka, seperti yang ditulis oleh media-media pemberitaan.

Sayangnya ada diantara mereka berlebihan dalam mengekspresikan kemenangan itu. Sehingga memicu  munculnya beragam cibiran atas aksi mereka yang dianggap menggangu ketertiban lalulintas. Riskan menjadi aksi tauran, dan hal-hal negatif lainnya. Ada juga yang kemudian berurusan dengan petugas karena ada yang kedapatan membawa minuman keras, senjata tajam, dan narkoba.

Terlepas dari dampak yang ditimbulkan, konvoi ke jalanan atau ke pusat-pusat keramaian adalah untuk menunjukkan kepada dunia; bahwa kami sudah menang, kami berhasil, dan kami bukan lagi anak-anak ataupun remaja. Begitu berwarna dan riuhnya selebrasi dari calon penerus  negeri ini yang sudah menjadi fenomena dan tradisi sejak dulu.

Sejatinya, momen ini harus diapresiasikan dengan baik karena ini  adalah titik awal  bagi mereka menuju dunia baru tempat mereka berjuang hidup sebenarnya di masa depan. Soal cemerlang atau redupnya masa depan itu nanti, ditentukan oleh keputusan langkah apa selanjutnya yang ditempuh, serta suratan tangan mereka sendiri.

Editor: Raymon