2 tahun lalu |7 April 2016 16:25 |873 Pembaca

Warga Gunungsitoli Juga Krisis Air Bersih

Ilustrasi

GUNUNGSITOLI, SUARATAPANULI.COM – Sepekan sudah pemadaman listrik di Kepulaun Nias. Kondisi itu juga berdampak pada pasokan air bersih. Warga Kota Gunungsitoli mengalami krisis air bersih. Itu terjadi karena suplai dari PDAM Tirta Umbu berhenti mengalir.

O Waruwu, salah seorang warga yang ditemui di Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, kemarin, mengaku sangat kesulitan untuk mendapat air bersih sejak terjadinya pemadaman listrik. Dia terpaksa meminta air dari Paroki Katolik. Air diangkutnya dengan  menggunakan sepedamotor karena jarak Paroki ke kediamannya cukup jauh.

“Sebelum terjadi  pemadaman listrik, air bersih kami dari PDAM Tirta Umbu. Sejak pemadaman, sampai saat ini air PDAM tidak lagi mengalir. Kami masyarakat sulit mendapat air bersih,” keluh Waruwu.

Senada diungkapkan Zul Harefa, juga warga Gununggsitoli. Katanya, air PDAM tidak mengalir sejak pemadaman llistrik, sehingga dia terpaksa membeli air seharga Rp2.000 – Rp5.000 per jerigen. Jika tidak punya uang, dia meminta kepada saudara yang punya sumur, lalu mengangkut dengan sepedamotor.

Terpisah, Plt Kepala PDAM Tirta Umbu Viktor Waruwu yang dihubungi melalui telepon selulernya, membenarkan macetnya suplai air bersih ke pelangga sejak beberapa hari lalu.

Penyebabnya adalah pemadaman listrik PLN, sehingga mesin pompa air milik PDAM Tirta Umbu tidak dapat berfungsi. Dia juga mengakui, PLN ada menempatkan 2 unit genset mobile membantu PDAM Tirta Umbu,  tetapi penanganannya masih dilakukan oleh pihak PLN.

“Karena penangannya masih dilakukan PLN, mesin genset mobile baru dihidupkan jika PLN mengisi solar, sehingga kita tidak bisa maksimal menyuplai air, dan pipa kita terkadang masuk angin kalau mesin genset PLN dimatikan. Genset PLN ditempatkan di kantor PDAM Tirta Umbu dan sumber mata air di Idanoi. Mesin tersebut juga tidak bisa hidup 24 jam seperti listrik sebelumnya. Namun kita akan berusaha semaksimal mungkin membantu warga walau harus bergilir,” terang Viktor.

‪Viktor juga menegaskan, jika penanganan mesin genset mobile diberikan PLN kepada PDAM Tirta Umbu, dia memastikan suplai air bersih sebagian bisa teratasi, karena PDAM tidak perlu menunggu solar dari PLN, dan bisa menggunakan solar sendiri.

Selain itu, dia berharap PLN memberi bantuan tambahan sebanyak 3 unit genset mobile, karena sumber mata air milik PDAM ada lima. Sedangkan genset mobile yang diberi PLN hanya 2 unit, sehingga sumber mata air Binaka, Moawo dan Tumori tidak dapat mengaliri air bersih kepada pelanggan. (AL)

Editor: Mora