2 tahun lalu |9 April 2016 12:08 |1311 Pembaca

Petani Paranginan Butuh Bimbingan dan Teknologi

Foto: Bindar Siregar menunjukkan tanaman tomat dan cabe miliknya yang mulai rusak karena cuaca yang tidak menentu. Oka/ST

HUMBAHAS, SUARATAPANULI.COM – Petani tomat dan cabai merah di Kabupaten Humbahas mengaku bingung mengatasi berbagai masalah yang timbul dampak dari cuaca tidak menentu belakangan ini. Mereka membutuhkan bimbingan dan penerapan teknologi.

Seperti di Kecamatan Paranginan yang kebanyakan petaninya masih konvensional. Ketertinggaan itu diakui Bindar Siregar alias Sipidong. “Saya dan teman petani lainnya membutuhkan bimbingan dari penyuluh pertanian untuk mengatasi berbagai masalah dalam bercocok tanam, terlebih menghadapi cuaca saat ini. Sebab bila menggunakan pola lama kemungkinan hasil pertanian kami akan begitu-begitu saja,” ujar Binder.

Binder menyebutkan, mereka hanya mengandalkan pengalaman. “Misalnya ada masalah hama dan kendala lainnya, kami hanya bisa bertanya kepada sesama petani yang sudah berpengalaman,” katanya.

Senada disebutkan Edison Ompusunggu (59), juga petani sayuran di kecamatan itu. Menurutnya selain membutuhkan bimbingan, pihaknya juga sangat membutuhkan ilmu dan teknologi untuk pengembangan budidaya tanaman tiap musimnya.

“Ada banyak yang kami butuhkan demi peningkatan hasil produksi. Selain bimbingan penyuluh, kami juga membutuhkan ilmu teknologi agar kualitas panen yang didapat akan memiliki kualitas yang jauh lebih baik,” katanya.

Ditanya soal keberadaan petugas penyuluh di daerah itu, Edison mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu apakah ada penyuluh pertanian, apakah memang tidak ada. Yang jelas selama ini kami mengandalkan pengetahuan bertani dari pengalaman dan secara otodidak,” ucapnya.

Keduanya berharap pihak dinas pertanian daerah setempat untuk aktif turun ke lapangan membina dan menampung serta merealisasikan aspirasi petani.

Editor: Mora