2 tahun lalu |9 April 2016 18:20 |1526 Pembaca

Duh, Harga Kelapa Sawit Tak Kunjung Normal

Foto: Pekerja memuat TBS kelapa sawit, sementara di Tapteng pekebun mengeluhkan harga jual yang terus rendah. Int/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Belum normalnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus dikeluhkan para pekebun skala kecil. Harga jual sekali panen dianggap tidak mencukupi biaya produksi yang meliputi pembibitan hingga perawatan.

“Saat ini harga TBS kelapa sawit di Tapteng hanya mencapai Rp1.300 per kilogramnya,” jelas Ali Aspar, salah satu pekebun di Kecamatan Sorkam, Sabtu (9/4).

Menurutnya harga jual TBS itu harus menimal Rp1.700 per kilogram. Karena dengan harga segitu petani baru dapat menutupi sebagian biaya produksi yang belakangan ini justru terus meningkat. Terutama biaya perawatan, termasuk biaya pembelian pupuk dan biaya angkut.

Dengan kondisi harga jual yang fluktuatif, membuat petani terkadang harus jeli dalam mengatur jarak panen. “Kalau gak pandai kita mengatur jarak panen bisa-bisa kita merugi,” tegasnya.

Kadang harga TBS kelapa sawit yang tak kunjung normal ini juga disinyalir kuat karena ada permainan para toke-toke pengepul dengan perusahaan perkebunan di Tapteng.

“Penetapan harga beli TBS Sawit oleh Pabrik sendiri kita nilai cukup baik, tapi kenapa sampai kepada kami petani kecil ini tetap di bawah rata-rata harga pabrik,” ungkapnya.

Editor: Mora