2 tahun lalu |9 April 2016 20:51 |1062 Pembaca

Atuk Gaul, Kakek 70 Tahun Dilaporkan ‘Gauli’ Bocah Putus Sekolah

Foto: Bunga (tengah), saat melapor di Mapolres Tapteng. Ist/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Penyidik Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) terus mendalami laporan pengaduan pencabulan terhadap Bunga (13), nama samaran, yang diduga dilakukan oleh terlapor AM (70) alias Atuk Gaul, warga Kelurahan Budi luhur, Kalangan, Kecamatan Pandan, sejak Selasa (5/4) lalu. Pengakuan bocah yang sudah putus sekolah itu, kakek penarik becak bermotor itu sudah menggaulinya sebanyak 3 kali.

Adalah ibu kandung Bunga, SR (35), menceritakan kepada wartawan bahwa terbongkarnya dugaan tindak asusila terhadap putri satu-satunya itu karena kecurigaannya melihat prilaku Bunga yang berubah dari biasanya.

SR sendiri bekerja di salah satu restoran di Tarutung, Tapanuli Utara (Taput). Sementara Bunga dan 3 kakak laki-lakinya tinggal di rumah neneknya di Kelurahan Mangga Dua, Kalangan, Kecamatan Pandan, Tapteng, atau tak jauh dari rumah Atuk Gaul.

Sebelumnya, SR menyuruh Bunga untuk datang ke Tarutung, dan rencananya akan tinggal bersamanya di tempat kos di Tarutung. Bunga pun datang. Tapi setibanya di Tarutung, Bunga justru lebih sering mengurung diri di dalam kamar kos.

“Sampai di Tarutung dia sering mengurung diri di kamarnya. Ditanya kenapa, dia tak mau jujur menjawab. Saya curiga sepertinya ada sesuatu yang terjadi,” ucap SR, kemarin.

Kecurigaannya sebagai seorang ibu memang tak mudah luntur. SR kemudian membawa anaknya itu ke salah satu tempat praktek dokter di Tarutung untuk memeriksakan kesehatannya, karena hidung Bunga juga sering mengeluarkan darah. Tapi menurut dokter, darah dari hidung Bunga itu karena dia kelelahan. Namun kecurigaan SR belum terjawab, sebab sepengetahuannya, putrinya semata wayangnya itu tidak pernah bekerja berat.

“Bahkan ketika anak saya itu saya tanya, apakah udah mempunyai pacar, dia mengaku belum punya pacar,” sebut SR pula.

Tak puas dengan hasil pemeriksaan dokter, SR lantas memeriksakannya lagi ke salah satu bidan di Tarutung. Betapa terkejutnya SR, ketika bidan tersebut menyatakan Bunga tidak perawan lagi.

“Saya seperti tersambar petir. Bidan itu bilang anak saya sudah rusak keperawanannya. Saya bujuk-bujuk dia supaya mengaku. Lalu dia mengakui sudah digitukan Atuk Gaul, sebanyak tiga kali,” tutur SR dengan perasaan hatinya yang remuk.

Pihak keluarga kemudian mengambil keputusan untuk membawa masalah tersebut ke jalur hukum. SR lantas melaporkan Atuk Gaul ke Polres Tapteng. Laporan itu diterima sesuai Nomor Surat Tanda Terima Laporan: STTL/64/IV/2016/SU/RES TAPTENG tanggal 5 April 2016 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Atuk Gaul, begitu memang panggilan akrab AM, sempat diamankan polisi dari rumahnya. Tapi setelah sehari menginap di sel, Atuk Gaul diizinkan pulang. Menurut polisi, terlapor diizinkan pulang karena penyidik belum mengantongi cukup bukti untuk menahannya.

“Penyidik belum berani menahannya karena bukti belum lengkap untuk menahannya. Jadi bukan dibebaskan,” kata Kapolres Tapteng AKBP Bony Sirait saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi diantaranya, saksi korban, SR ibu Bunga, MP (40) ayahnya, serta teman sebaya Bunga. Selain itu alat bukti berupa celana dalam Bunga yang ada bercak darahnya, serta bajunya, sudah diserahkan kepada polisi setelah Bunga divisum di RSUD Pandan, Tapteng.

Editor: Raymon