2 tahun lalu |10 April 2016 22:47 |1712 Pembaca

Air Terjun Sihobuk ‘Dilupakan’

Foto: Kolam Àir Terjun Sihobuk mendangkal tertimbun pasir dan batu, Minggu (10/4). Fredes/ST

TAPTENG, SUARATAPANULI.COM – Di awal Tapanuli Tengah (Tapteng) mendeklarasikan jargonnya sebagai Negeri Wisata Sejuta Pesona, pembangunan pada sektor pariwisata begitu gencar. Salah satunya pembangunan Air Terjun Sihobuk di Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik. Namun kini objek wisata pemandian alam perbukitan itu seperti dilupakan.

Kondisi jalan ke lokasi, sebagian tengah rusak. Memasuki areal air terjun, mata terganggu dengan pemandangan jalan setapak menuju kolam pemandiannya sebagian longsor. Kondisi serupa juga dialami kolam pemandiannya, pasir dan batu menimbun sebagian dasar kolam.

Beberapa pengunjung yang datang dari luar daerah mengaku kecewa. “Saya terkejut melihat kondisi air terjun ini sekarang. Jalan setapaknya sudah longsor, kolam pemandiannya sudah dangkal,” kata Serli, pengunjung asal Padangsidimpuan, Minggu (10/4).

Beberapa pedagang di areal itu, ambruknya jalan setapak itu akibat terjangan air pasca hujan deras belakangan ini. Muntahan air dari hulu itu juga membawa material pasir dan batu yang kemudian mengendap di dalam kolam.

Hingga kini belum ada sinyal dari pemerintah daerah untuk menatanya kembali. Padahal air terjun ini pernah menjadi salah satu objek wisata andalan. Lokasinya strategis, hanya 15 menit berkendara dari Kota Pandan, atau sekitar 20 menit dari Kota Sibolga. Pengunjung ramai setiap akhir pekan dan hari libur.

Foto: Ribu Simatupang di jalan setapak di areal Air Terjun Sihobuk yang longsor, Minggu (10/4). Fredes/ST Foto: Ribu Simatupang di jalan setapak di areal Air Terjun Sihobuk yang longsor, Minggu (10/4). Fredes/ST

Lemahnya perawatan aset pariwisata tersebut mendapat sorotan dari Ribu Simatupang, salah satu pemerhati pembangunan di Tapteng. Minggu (10/4) Ribu juga berkunjung ke air terjun itu. Menurutnya longsornya jalan setapak tersebut membahayakan pengunjung. “Pemkab Tapteng harus segera memperbaiki ini, karena mengancam keselamatan pengunjung,” tukasnya.

Ribu menyebutkan, Pemkab Tapteng mestinya tak setengah hati menyandang jargon arah pembangunannya sendiri. Menurutnya tak hanya Sihobuk, beberapa objek wisata potensial lainnya masih belum mendapat perhatian serius. “Ini aset dan icon pariwisata daerah, tapi alangkah naifnya jika menjelang pilkada konsentrasi pembangunan melemah. Sihobuk dilupakan, ini kemunduran,” ucap Ribu.

Editor: Mora