Pdt. Yones Wonda Klarifikasi Pernyataan Viral Terkait TPN-OPM di Yahukimo

Jayapura, SuaraTapanuli.com – Tokoh Agama Tanah Papua, Pdt. Dr. Yones Wonda, S.Th, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sempat viral di media sosial mengenai TPN-OPM di Kabupaten Yahukimo. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai tafsir yang berkembang dan dinilai tidak sesuai dengan maksud pernyataan yang sebenarnya.

Pendeta yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Sinode Gereja Kingmi Masehi Papua itu menyampaikan, pada Senin (02/02), bahwa ada sejumlah hal penting yang perlu dijelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurut Pdt. Yones Wonda, pernyataan yang ia sampaikan sebelumnya tidak dimaksudkan untuk membenarkan tindakan kekerasan ataupun menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi-aksi kekerasan yang menyasar masyarakat sipil tidak bersenjata.

“Apa yang saya maksudkan adalah tindakan TPN-OPM yang membunuh masyarakat sipil seperti mantri, guru, tukang bangunan, hingga pendulang. Mereka adalah warga sipil yang tidak bersenjata dan tindakan tersebut tidak bisa disebut sebagai perjuangan kemerdekaan Papua,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak diakui oleh dunia internasional sebagai bentuk perjuangan, melainkan dikategorikan sebagai tindakan terorisme. Hal tersebut, kata dia, justru menimbulkan penderitaan baru bagi masyarakat luas, termasuk warga di wilayah perkotaan.

“Perbuatan seperti itu tidak diakui oleh dunia sebagai perjuangan, melainkan disebut sebagai tindakan teroris atau yang selama ini dikenal sebagai KKB. Akibatnya, masyarakat sipil kembali menjadi korban,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pdt. Yones Wonda menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan TPN-OPM selama ini lebih banyak mengganggu aktivitas masyarakat dan hanya bertujuan mencari perhatian serta keuntungan pribadi, sehingga tidak dapat dibiarkan terus terjadi di Tanah Papua.

“TPN-OPM ini hanya mencari nama dan mencari makan dengan cara mengganggu aktivitas masyarakat sipil. Karena itu saya katakan, hal seperti ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung di tanah ini,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa apabila benar-benar ingin memperjuangkan Papua Merdeka, maka perjuangan tersebut seharusnya dilakukan secara terbuka dan berhadapan dengan pihak yang sepadan.

“Kalau memang benar memperjuangkan Papua Merdeka, maka lawanlah yang sepadan, yaitu TNI-Polri yang juga memiliki senjata. Lakukan itu secara terbuka di lapangan agar seluruh masyarakat dan dunia tahu bahwa kalian benar-benar memperjuangkan kemerdekaan Papua. Itulah maksud dari pernyataan saya,” tambahnya.

Di akhir klarifikasinya, Pdt. Yones Wonda mengimbau seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam memahami pernyataan, himbauan, maupun informasi yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya tidak menggiring suatu pernyataan menjadi polemik baru yang justru menimbulkan perpecahan.

“Saya berharap setiap pendapat dan himbauan yang disampaikan dapat dipahami secara utuh dan tidak dipelintir. Apa yang saya sampaikan semata-mata demi kebaikan, kedamaian, dan masa depan Tanah Papua yang lebih aman dan bermartabat,” pungkasnya.

Related Posts

Polisi Amankan Bendahara Yayasan Terkait Penggelapan Ratusan Juta

Tapteng, SuaraTapanuli.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tapanuli Tengah resmi mengamankan seorang pria berinisial GT (32), yang menjabat sebagai Bendahara di sebuah institusi pendidikan tinggi di Kecamatan Sarudik,…

Continue reading
Kepala Suku Kamoro: Jangan Biarkan Kekerasan Rusak Masa Depan Papua

Timika,SuaraTapanuli.com  – Kepala Suku Besar Kamoro Kabupaten Mimika, Timotius Samin, menyampaikan duka mendalam atas rangkaian peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyoroti jatuhnya korban…

Continue reading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Polisi Amankan Bendahara Yayasan Terkait Penggelapan Ratusan Juta

Polisi Amankan Bendahara Yayasan Terkait Penggelapan Ratusan Juta

Kepala Suku Kamoro: Jangan Biarkan Kekerasan Rusak Masa Depan Papua

Kepala Suku Kamoro: Jangan Biarkan Kekerasan Rusak Masa Depan Papua

Seorang Pria di Tapteng Nekat Bakar Rumah Sendiri

Seorang Pria di Tapteng Nekat Bakar Rumah Sendiri

Tokoh Masyarakat Distrik Nogi Ajak Warga Lanny Jaya Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah

Tokoh Masyarakat Distrik Nogi Ajak Warga Lanny Jaya Jaga Keamanan dan Dukung Pembangunan Daerah

Pemuda Distrik Buguk Gona Ajak Warga Bersatu Dukung Program Pembangunan

Pemuda Distrik Buguk Gona Ajak Warga Bersatu Dukung Program Pembangunan

Ketua Presidium Pemuda Papua Wilayah Tabi Ajak Warga Jayapura Jaga Kamtibmas Jelang Perayaan Masuknya Injil di Tanah Papua

Ketua Presidium Pemuda Papua Wilayah Tabi Ajak Warga Jayapura Jaga Kamtibmas Jelang Perayaan Masuknya Injil di Tanah Papua