Bogor (SURAT) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan warisan nilai dan keteladanan keluarga Hoegeng akan terus dijaga serta dijadikan pedoman oleh seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Hal tersebut disampaikan Kapolri usai menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Roeslani Hoegeng atau Eyang Meri di Taman Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Kapolri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah yang selama hidupnya konsisten menyampaikan pesan moral kepada keluarga besar Polri, khususnya terkait integritas dan keteladanan dalam menjalankan tugas.
“Beliau selalu berpesan kepada kami, jadilah polisi yang baik, polisi yang memiliki integritas, polisi yang bisa melindungi dan mengayomi masyarakat,” ujar Kapolri.
Ia mengatakan pesan-pesan tersebut menjadi pengingat sekaligus penguat komitmen Polri untuk terus menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Kapolri mengungkapkan, almarhumah juga kerap menekankan pentingnya keteladanan yang dimulai dari diri sendiri sebagai fondasi dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Pesan beliau jelas, jadilah contoh, jadilah teladan, dan mulai lah dari dirimu sendiri,” katanya.
Menurut Kapolri, pesan tersebut bukan sekadar nasihat personal, melainkan amanah moral yang harus dijaga bersama oleh seluruh anggota Polri di mana pun bertugas.
Ia menambahkan pada masa-masa terakhir, almarhumah secara khusus menitipkan institusi Polri agar tetap dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Setiap pesan beliau selalu sama, tolong jaga, titip institusi Polri. Itu menjadi amanah dan wasiat yang harus kami pegang,” ujar Kapolri.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan keteladanan almarhumah, Kapolri menyebut Polri mengajukan kepada Presiden Republik Indonesia agar Meriyati Roeslani Hoegeng dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama sebagai penghargaan negara atas kontribusi moral dan keteladanan yang diwariskan kepada institusi Polri. (Imam)







